Sejak pagi buta, warga desa Poi Lanh, komune Muong Va, telah berada di sawah untuk memanen padi. Sambil menghentikan panennya, Bapak Lo Van Thoa berkata: "Keluarga saya menanam lebih dari 1.000 meter persegi, terutama dengan varietas padi ketan 86. Berkat jalan beraspal beton di sawah, saya dapat membawa mesin perontok langsung ke sawah, sehingga panen menjadi sangat mudah. Pada panen padi musim semi ini, keluarga saya memanen hampir 30 karung beras."
Komune Muong Va memiliki lahan budidaya padi sawah terbesar di distrik Sop Cop, dengan luas lebih dari 270 hektar, yang sebagian besar ditanami varietas padi ketan 86, 87, dan 97, yang menghasilkan beras ketan yang lengket dan harum serta populer di pasaran. Selain itu, komune ini juga memiliki lebih dari 60 hektar lahan padi ketan Tan, varietas padi khusus dengan nilai ekonomi tinggi, yang sedang dikembangkan sebagai bagian dari rantai produksi komoditas yang terkait dengan konsumsi.
Sementara itu, di sawah-sawah komune Sop Cop, panen sedang berlangsung dengan tergesa-gesa. Tahun ini, komune tersebut menanam padi musim semi di lahan seluas 53 hektar. Bapak Lo Van Dung, Ketua Komite Rakyat komune tersebut, mengatakan: Komune telah mengarahkan desa-desa untuk menyebarluaskan informasi dan memobilisasi petani untuk memanfaatkan semua sumber daya dan tenaga kerja yang tersedia guna mempercepat panen padi musim semi, sekaligus mempersiapkan kondisi untuk penanaman tanaman musim panas agar dapat diselesaikan tepat waktu. Hingga saat ini, masyarakat di komune tersebut telah memanen lebih dari 90% lahan, dengan hasil panen sekitar 55 kuintal/hektar.
Musim semi ini, distrik Sop Cop menanam lebih dari 3.000 hektar padi. Dalam beberapa tahun terakhir, petani di distrik Sop Cop secara aktif mempromosikan mekanisasi dalam produksi, terutama dalam panen. Mesin perontok padi telah dibawa langsung ke sawah, menghemat waktu petani dan mengurangi tenaga kerja. Sebelumnya, setiap rumah tangga membutuhkan waktu hampir seminggu untuk panen, tetapi sekarang hanya membutuhkan waktu 2-3 hari untuk menyelesaikannya. Mengangkut padi ke rumah juga lebih mudah berkat sistem jalan pedesaan dan jalan sawah yang diaspal beton. Selain itu, petani mempraktikkan saling membantu dalam panen, mengurangi biaya tenaga kerja dan memperkuat solidaritas.
Bapak Lo Van Thai, Wakil Kepala Dinas Pertanian dan Lingkungan Hidup Distrik Sop Cop, mengatakan: Hingga saat ini, para petani di distrik tersebut pada dasarnya telah menyelesaikan panen musim semi. Dinas telah mengirimkan petugas untuk berkoordinasi dengan pemerintah desa guna mendorong petani mempersiapkan lahan, benih, bahan, dan pupuk untuk penanaman padi musim panas. Pemerintah desa telah mengerahkan lebih dari 7.500 orang untuk membersihkan 11,3 km kanal, membuka saluran air yang tersumbat, mengatasi titik-titik rawan longsor, mencegah banjir, dan memastikan kondisi untuk produksi tanaman musim panas.
Sumber: https://baosonla.vn/kinh-te/mua-gat-o-sop-cop-QYT5zLEHR.html






Komentar (0)