"Kelas musim panas" ini tidak memiliki rencana pelajaran.
Bukan perjalanan jauh atau kelas khusus yang membuat banyak anak bersemangat menyambut musim panas; terkadang itu hanya sekadar berada bersama kakek-nenek mereka. Bagi anak-anak Ibu Le Hieu Duong (kelurahan Nghia Do, Hanoi), musim panas dimulai dengan perjalanan ke rumah kakek-nenek dari pihak ibu mereka, lebih dari 30 km dari pusat kota. Tanpa membutuhkan taman hiburan modern atau kegiatan yang direncanakan sebelumnya, anak-anak dengan cepat beradaptasi dengan ritme kehidupan pedesaan yang familiar. "Kembali ke pedesaan berarti terkena sengatan matahari seperti halnya pergi ke pantai," kata Ibu Duong sambil tertawa.

Di pagi hari, anak-anak akan mengikuti kakek mereka ke ladang untuk memotong rumput. Siang hari, mereka akan bersepeda keliling desa tanpa mengenakan topi. Terkadang, ketika dipanggil untuk makan siang, mereka akan menghilang dalam sekejap. Pagi-pagi sekali, mereka akan bermain di tepi sungai, dan di sore hari, mereka akan berkumpul dengan teman-teman mereka dari desa. Yang membuat anak-anak senang bukanlah hanya waktu luang untuk bereksplorasi , tetapi juga kehadiran kakek-nenek mereka yang selalu mengawasi dan mencurahkan kasih sayang kepada mereka.
"Harapan terbesar saya adalah agar anak-anak saya dapat merasakan kehidupan nyata, bersama kakek-nenek dan kerabat mereka, dan memiliki hal-hal yang kelak akan menjadi kenangan indah di masa kecil mereka," ujar Ibu Duong. Hari-hari musim panas ini menjadi waktu istimewa bagi kakek-nenek dan cucu untuk menjalin ikatan yang lebih erat.
Ibu Bui Diem (Kelurahan Xuan Phuong, Hanoi ) dengan gembira menyebut waktu yang dihabiskan anak-anaknya bersama nenek mereka sebagai "wisata bersama Nenek." Tidak ada perjalanan panjang atau jadwal yang padat; musim panas anak-anak berputar di sekitar halaman depan, ayunan di bawah pohon, dan kebun kecil nenek mereka. Mereka bermain sepak bola, bersepeda, dan membaca buku. Yang mengejutkan Ibu Diem adalah anak-anak, yang biasanya menyukai makanan cepat saji, sangat menikmati sayuran yang dipanen dari kebun nenek mereka. "Mereka bilang sayuran Nenek rasanya lebih enak daripada yang dibeli Ibu," ceritanya. Anak-anak tidak hanya mengingat petak sayuran hijau atau waktu bermain yang menyenangkan di halaman, tetapi juga gambaran nenek mereka yang dengan sabar membimbing mereka tentang cara merawat tanaman, menceritakan kisah sehari-hari, dan menunjukkan kasih sayangnya dengan cara yang sangat istimewa.
Bagi Ibu Thu Quynh (Kelurahan Dong Ngac, Hanoi), bulan-bulan musim panas adalah waktu di mana kakek-nenek memiliki lebih banyak kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama cucu-cucu mereka. Selain perawatan sehari-hari, kakek-nenek dengan sabar membimbing anak-anak dalam melipat pakaian, membantu pekerjaan rumah tangga, mengatur barang-barang pribadi mereka, atau menyiapkan makanan sederhana. Tugas-tugas yang tampaknya kecil ini sangat menyenangkan bagi anak-anak. Setiap kali mereka menyelesaikan tugas sendiri, mereka dengan antusias menunjukkannya kepada orang tua mereka. Lebih jauh lagi, kakek-nenek juga membawa cucu-cucu mereka ke kelas musim panas untuk kegiatan ekstrakurikuler dan pengembangan keterampilan. Perjalanan, percakapan saat makan, dan malam-malam yang dihabiskan bersama menjadi kesempatan bagi kakek-nenek untuk lebih memahami cucu-cucu mereka, dan bagi cucu-cucu untuk semakin dekat dengan kakek-nenek mereka.
"Ada hal-hal yang dianggap normal oleh orang dewasa, tetapi bagi anak-anak, itu adalah pengalaman yang sama sekali baru. Mereka selalu ingin melakukan sendiri hal-hal yang sebelumnya hanya mereka lihat dilakukan oleh kakek-nenek mereka," kata Ibu Quynh. Hari-hari musim panas itu mungkin tidak dipenuhi dengan kegiatan yang rumit atau perjalanan panjang. Tetapi melalui pekerjaan rumah tangga kecil, cerita sehari-hari, atau waktu yang dihabiskan bersama kakek-nenek, banyak anak mengumpulkan pengalaman berharga yang tidak dapat digantikan oleh buku mana pun.
Para guru masa kanak-kanak
Menurut Ibu Le Thi Thanh Ha, Dosen Psikologi di Universitas Pedagogi Hanoi 2, pengalaman yang dihabiskan bersama kakek-nenek selama musim panas sangat penting bagi perkembangan anak.
Menurut para ahli, sementara orang tua seringkali sibuk dengan पढ़ाई, kehidupan sehari-hari, dan tekanan kehidupan sehari-hari, kakek-nenek menawarkan anak-anak jenis hubungan yang berbeda—hubungan yang lebih dekat dan lebih kaya secara emosional. Kisah-kisah tentang masa kecil, pengalaman hidup, dan etika keluarga secara alami diturunkan melalui kegiatan sehari-hari. “Kakek-nenek biasanya memiliki lebih banyak waktu dan kesabaran untuk menemani cucu-cucu mereka. Ketika mereka membantu berkebun, memasak, pekerjaan rumah tangga, atau sekadar mengobrol setiap hari, kakek-nenek membantu anak-anak mengembangkan keterampilan hidup, kemampuan berkomunikasi, dan empati terhadap orang-orang di sekitar mereka,” kata Ibu Le Thi Thanh Ha. Hubungan dekat dengan kakek-nenek juga memberi anak-anak perasaan dicintai, dilindungi, dan aman secara emosional. Ini adalah faktor penting bagi perkembangan psikologis anak, terutama dalam konteks banyak keluarga dengan gaya hidup yang sibuk.

Selain itu, kakek-nenek juga berperan sebagai jembatan, membantu anak-anak lebih memahami akar keluarga mereka, nilai-nilai tradisional, dan cara hidup yang dilestarikan dari generasi ke generasi. Hal-hal ini tidak diajarkan melalui pelajaran teori, tetapi diserap secara alami oleh anak-anak melalui kebersamaan sehari-hari.
"Ada keterampilan yang dapat dipelajari anak-anak di sekolah, tetapi kenangan akan cinta, kasih sayang, dan cerita keluarga sering kali dipupuk melalui hubungan dengan kakek-nenek. Ini adalah nilai-nilai yang dapat melekat pada anak-anak sepanjang hidup mereka," komentar Ibu Le Thi Thanh Ha, M.Sc.
Bagi Ibu Nguyen Thi Vinh Quy, dari Kelompok Perumahan 7, Kelurahan Phu Dien, waktu yang dihabiskan bersama kakek-nenek dan cucu memiliki makna yang sangat istimewa dalam kehidupan keluarganya saat ini. “Setiap akhir pekan, seluruh keluarga berkumpul untuk mengobrol, membaca buku bersama, dan berbagi pengalaman hidup. Saya rasa itu adalah cara bagi anggota keluarga untuk tetap dekat dan terikat. Mulai dari ajaran kakek-nenek, perhatian orang tua, hingga kasih sayang antar saudara kandung – hal-hal yang tampaknya sederhana ini telah berkontribusi dalam memupuk karakter, tanggung jawab, dan gaya hidup setiap orang,” ujar Ibu Quy.
Tema Hari Keluarga Vietnam tahun ini pada tanggal 28 Juni adalah "Keluarga Bahagia - Bangsa Sejahtera". Kebahagiaan itu seringkali dimulai dari hal-hal yang sangat sederhana: liburan musim panas bersama kakek-nenek, makan bersama yang dipenuhi tawa dari berbagai generasi, atau pelajaran hidup yang diturunkan dari para tetua kepada anak-anak.
Dalam kehidupan modern, di mana waktu yang dihabiskan bersama semakin berharga, kehadiran kakek-nenek tidak hanya membantu orang tua berbagi tanggung jawab dalam merawat anak-anak mereka, tetapi juga berkontribusi dalam memelihara kehidupan spiritual mereka, membentuk karakter mereka, dan melestarikan nilai-nilai keluarga untuk generasi muda.
Bertahun-tahun kemudian, permainan dan perjalanan musim panas mungkin akan memudar dari ingatan. Tetapi waktu yang dihabiskan mengikuti kakek ke ladang, membantu nenek merawat kebun sayur, cerita-cerita yang diceritakan di meja makan, dan pelajaran pertama tentang kemandirian akan sering kali tetap terpatri dalam benak seorang anak untuk waktu yang lama. Bagi banyak anak, kakek-nenek bukan hanya pengasuh tetapi juga guru istimewa di masa kecil mereka.
Sumber: https://hanoimoi.vn/mua-he-ben-ong-ba-1208863.html









