(Dan Tri) - Setiap kelompok yang membeli asuransi kesehatan akan memiliki tarif iuran yang berbeda-beda. Mulai 1 Juli, Undang-Undang Asuransi Kesehatan yang direvisi akan berlaku, sehingga peraturan mengenai tarif iuran asuransi kesehatan juga akan berubah.
Pembayaran premi asuransi kesehatan sebelum 1 Juli
Pada tahun 2025, peraturan asuransi kesehatan akan diterapkan dalam dua tahap. Tahap sebelum 1 Juli akan berlaku sesuai dengan Undang-Undang Asuransi Kesehatan yang berlaku saat ini; yaitu Undang-Undang Asuransi Sosial tahun 2008, yang telah diubah pada tahun 2014 dan dilengkapi dengan sejumlah undang-undang lainnya. Dengan demikian, besaran iuran asuransi kesehatan akan bergantung pada kelompok peserta asuransi kesehatan.
Negara memiliki banyak kebijakan untuk mendukung masyarakat yang berpartisipasi dalam asuransi kesehatan (Ilustrasi: Hoang Le).
Pertama, kelompok yang dibayar oleh pemberi kerja adalah pekerja yang bekerja di pasar tenaga kerja formal, telah menandatangani kontrak kerja, menjadi peserta jaminan sosial (jaminan sosial) wajib, akan membayar iuran jaminan kesehatan berdasarkan gaji bulanan yang dijadikan dasar pembayaran iuran jamsostek.
Besaran iuran jaminan kesehatan bagi golongan pekerja resmi adalah sebesar 4,5% dari gaji per bulan yang dijadikan dasar iuran jaminan sosial, dengan ketentuan pemberi kerja membayar iuran sebesar 3% dan pekerja membayar iuran sebesar 1,5%.
Kedua, kelompok peserta asuransi kesehatan sukarela berdasarkan rumah tangga. Besaran iuran asuransi kesehatan bulanan kelompok ini diatur sebagai berikut: "Orang pertama membayar 4,5% dari gaji pokok; orang kedua, ketiga, dan keempat masing-masing membayar 70%, 60%, dan 50% dari iuran orang pertama; mulai dari orang kelima dan seterusnya, besaran iurannya adalah 40% dari iuran orang pertama."
Untuk rumah tangga yang memenuhi syarat untuk mendapatkan dukungan Negara untuk premi asuransi kesehatan, jumlah sisa yang harus dibayarkan dihitung berdasarkan tingkat kontribusi orang pertama dalam tabel di atas.
Misalnya, rumah tangga hampir miskin ditanggung oleh negara dengan 70% premi asuransi kesehatan. Oleh karena itu, penduduk rumah tangga hampir miskin membayar 30% dari tarif normal, dengan premi tahunan sebesar 379.080 VND.
Ketiga, iuran asuransi kesehatan bulanan untuk mahasiswa setara dengan 4,5% dari gaji pokok. Dari jumlah tersebut, APBN menanggung 30%, dan peserta membayar 70%.
Premi asuransi kesehatan mulai 1 Juli dan seterusnya
Periode mulai 1 Juli dan seterusnya akan berlaku sesuai dengan Undang-Undang No. 51/2024/QH15 yang mengubah dan melengkapi sejumlah pasal dalam Undang-Undang tentang Jaminan Kesehatan (disebut Undang-Undang tentang Jaminan Kesehatan tahun 2024).
Dibandingkan dengan Undang-Undang Jaminan Kesehatan tahun 2014, pengaturan besaran iuran jaminan kesehatan dalam Undang-Undang Jaminan Kesehatan tahun 2024 memiliki 2 poin baru.
Pertama, Undang-Undang Jaminan Kesehatan 2024 menambahkan dasar penetapan tingkat iuran jaminan kesehatan sebagai tingkat acuan, menggantikan gaji pokok. Undang-Undang Jaminan Kesehatan 2024 menetapkan bahwa tingkat acuan adalah jumlah uang yang ditetapkan oleh Pemerintah untuk menghitung tingkat iuran dan manfaat bagi peserta jaminan kesehatan tertentu.
Kedua, Undang-Undang Jaminan Kesehatan 2024 menambahkan banyak kelompok peserta asuransi kesehatan. Oleh karena itu, ketentuan mengenai besaran iuran asuransi kesehatan dalam Undang-Undang Jaminan Kesehatan 2024 juga sangat berbeda dengan besaran iuran yang berlaku saat ini.
Secara spesifik, sesuai dengan Pasal 13 Undang-Undang Jaminan Kesehatan Tahun 2024, besaran iuran dan tanggungan iuran jaminan kesehatan diatur sebagai berikut:
[iklan_2]
Sumber: https://dantri.com.vn/an-sinh/muc-dong-bhyt-nam-2025-20250123191740922.htm
Komentar (0)