
Bola basket selalu dianggap sebagai olahraga yang efektif untuk meningkatkan tinggi badan - Foto: TN
Renang atau bola basket, olahraga mana yang lebih unggul?
Renang dan bola basket selalu menjadi dua olahraga paling populer di musim panas, dan juga dianggap sangat efektif dalam meningkatkan pertumbuhan tinggi badan.
Banyak orang tua bingung memilih kelas renang atau bola basket untuk anak-anak mereka. Mereka dapat merujuk pada saran berikut dari para ahli ilmu olahraga.
Menurut WHO, perkembangan tinggi badan yang optimal selama masa kanak-kanak dan remaja bergantung pada banyak faktor: genetika (60–80%), nutrisi, tidur, hormon, dan aktivitas fisik.
Di antara faktor-faktor tersebut, aktivitas fisik – terutama olahraga yang merangsang sistem muskuloskeletal – memainkan peran penting dalam mengaktifkan hormon pertumbuhan (GH). Selain itu, faktor-faktor seperti gravitasi, tekanan pada tulang, peregangan tulang belakang, dan perkembangan muskuloskeletal juga harus dipertimbangkan dari perspektif positif dalam pertumbuhan tinggi badan.
Dalam berenang, pengaruh gravitasi tidak ada karena aktivitas ini sepenuhnya terjadi di dalam air. Namun, berenang sangat baik untuk mengaktifkan hormon pertumbuhan dan meregangkan tulang belakang, sekaligus memberikan dampak sedang pada tulang dan sistem muskuloskeletal.

Berenang cocok untuk anak-anak sejak usia dini - Foto: AD
Sementara itu, bola basket mendapat peringkat tinggi dari Institut Olahraga Swiss dalam kelima faktor di atas. Berkat lompatan terus-menerus dan benturan yang terkontrol, bola basket memiliki efek positif pada dampak gravitasi, meningkatkan kepadatan tulang, dan sangat baik untuk peregangan tulang belakang serta merangsang hormon pertumbuhan (GH).
Selain itu, gerakan-gerakan spesifik dalam bola basket membantu mengembangkan otot tubuh bagian atas dan bawah secara optimal.
Sebuah studi dari Universitas Harvard menunjukkan bahwa anak-anak yang bermain basket tiga kali atau lebih dalam seminggu memiliki kadar hormon pertumbuhan (GH) 26% lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang hanya melakukan olahraga ringan.
Dan sebuah studi lain di Tiongkok, dengan survei terhadap lebih dari 1.200 siswa, pada tahun 2021 menunjukkan bahwa kelompok yang bermain basket empat kali seminggu mengalami peningkatan tinggi badan rata-rata 6,1 cm per tahun, lebih tinggi daripada kelompok yang berenang (4,5 cm) dan kelompok yang hanya melakukan olahraga ringan (3,7 cm).
Dr. Jennifer Lee, seorang ahli endokrinologi anak (AS), menyimpulkan: "Olahraga seperti bola basket, lompat tali, bulu tangkis... memiliki keunggulan yang jelas dibandingkan berenang dalam meningkatkan tinggi badan karena kemampuannya untuk mengaktifkan hormon pertumbuhan hipofisis melalui mekanisme benturan dan lompatan."
Jelas bahwa jika satu-satunya tujuan adalah pengembangan tinggi badan, bola basket akan diprioritaskan. Tetapi itu tidak berarti berenang harus diabaikan.
Mari kita bagi menjadi beberapa tahapan.
Pakar Jennifer Lee menyarankan agar orang tua membagi perkembangan tinggi badan menjadi beberapa tahapan.
Pada usia antara 3 dan 5 tahun, bermain bola basket hampir tidak mungkin dilakukan oleh anak-anak kecil dan membawa banyak risiko.
Pada usia ini, tubuh anak-anak masih mengembangkan fondasi neuromotoriknya dan belum cocok untuk olahraga lompat intensitas tinggi. Oleh karena itu, aktivitas yang diberikan harus menyenangkan, lembut, dan membangkitkan minat mereka terhadap aktivitas fisik.

Bola basket sangat cocok untuk anak-anak berusia di atas 10 tahun - Foto: TN
Berenang adalah pilihan yang sangat tepat karena membantu anak-anak mengembangkan koordinasi dan meningkatkan daya tahan kardiovaskular tanpa memberi tekanan pada persendian atau tulang mereka yang masih dalam tahap perkembangan.
Mulai usia 6 tahun, anak-anak memasuki periode pertumbuhan yang stabil dan dapat mengenal olahraga yang lebih terstruktur. Berenang terus memainkan peran dasar yang sangat baik karena membantu meregangkan otot, meningkatkan pernapasan, dan mendorong pertumbuhan tulang belakang.
Mulai sekitar usia 10 tahun ke atas, hormon pertumbuhan (GH) dan hormon seks diproduksi secara kuat ketika anak-anak berolahraga dengan benar.
Bola basket adalah olahraga yang ideal karena membutuhkan banyak gerakan melompat, berlari cepat, berputar, dan mendarat, yang semuanya merangsang lempeng pertumbuhan tulang.
Pada usia antara 14 dan 17 tahun, bola basket tetap efektif dalam menjaga kadar hormon pertumbuhan, mendukung perkembangan kepadatan tulang dan otot. Di sisi lain, berenang pada tahap ini sebaiknya digunakan untuk relaksasi dan pemulihan, bukan untuk merangsang pertumbuhan tinggi badan.
Sumber: https://tuoitre.vn/muon-tre-tang-chieu-cao-hoc-boi-hay-bong-ro-20250602125229886.htm







Komentar (0)