
Menurut CNN, juru bicara Dinas Rahasia AS mengatakan insiden itu terjadi pukul 6 sore (Waktu Bagian Timur), ketika seorang pria mendekati pos pemeriksaan di luar kompleks Gedung Putih dan tiba-tiba melepaskan tembakan ke arah personel keamanan. Tersangka terluka setelah ditembak oleh pasukan keamanan dan kemudian meninggal di rumah sakit setempat.
Para pejabat AS mengatakan tersangka diidentifikasi sebagai seseorang dengan gangguan mental, dan menambahkan bahwa "surat perintah larangan akses" telah dikeluarkan untuk tersangka sebelumnya.
Presiden AS Donald Trump berada di kompleks Gedung Putih ketika insiden itu terjadi dan tidak terluka. Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan Presiden Trump telah diberi pengarahan tentang penembakan tersebut.
Menurut saksi mata, puluhan tembakan terdengar di dekat Gedung Putih sekitar pukul 6 sore. Area tersebut kemudian ditutup selama sekitar 40 menit. Para reporter yang bekerja di halaman utara Gedung Putih diinstruksikan untuk pindah ke ruang konferensi pers Gedung Putih untuk berlindung. Halaman utara dan ruang konferensi pers Gedung Putih tetap ditutup selama hampir satu jam.
Direktur FBI Kash Patel mengatakan FBI sedang membantu Dinas Rahasia dalam menyelidiki penembakan di dekat halaman Gedung Putih. Insiden itu terjadi kurang dari sebulan setelah penembakan lain di dekat Gedung Putih selama makan malam Asosiasi Koresponden Gedung Putih.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/my-ban-ha-doi-tuong-no-sung-gan-nha-trang-post854143.html








Komentar (0)