
Presiden AS Donald Trump menandatangani arahan bersejarah tentang kecerdasan buatan (AI) pada 5 Juni. Foto: Bloomberg.com.
Langkah ini menandai tonggak baru dalam upaya AS untuk mengintegrasikan AI ke dalam operasi pertahanan, intelijen, dan keamanan nasional, sekaligus membangun mekanisme pengawasan untuk membatasi risiko penyalahgunaan teknologi.
Dalam sebuah memo keamanan nasional, Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat akan mempromosikan penggunaan AI secara bertanggung jawab dalam bidang intelijen, pertahanan, dan peperangan, sesuai dengan nilai-nilai Amerika. Ia berpendapat bahwa AI menjadi faktor kunci dalam persaingan strategis global dan bahwa Washington perlu mempertahankan kepemimpinannya di bidang ini.
Menurut Gedung Putih, dokumen ini juga meningkatkan keamanan nasional dengan memperluas infrastruktur komputasi yang aman untuk penerapan AI skala besar, sekaligus memperkuat tenaga kerja AI melalui inisiatif seperti "Cadangan AI Strategis untuk Keamanan Nasional."
Berdasarkan arahan ini, Menteri Pertahanan Pete Hegseth memiliki waktu 90 hari untuk memperbarui kebijakan terkait sistem senjata otonom, dan juga diwajibkan untuk melakukan tinjauan tahunan terhadap pedoman terkait AI agar tetap sejalan dengan perkembangan teknologi yang pesat.
Selain itu, dokumen tersebut mewajibkan lembaga federal untuk memastikan bahwa tidak ada organisasi, baik bisnis maupun entitas lain, yang dapat: “menonaktifkan, menurunkan kualitas, atau memodifikasi sistem AI yang diandalkan oleh pasukan tempur AS tanpa persetujuan sebelumnya.” Memorandum tersebut juga mendorong kolaborasi dengan perusahaan sektor swasta untuk melindungi kemampuan AI AS dari ancaman global.

AS mengintegrasikan AI ke dalam operasi pertahanan, intelijen, dan keamanan nasional. Foto: FedScoop.
Untuk memastikan keberlanjutan sistem keamanan, strategi baru Gedung Putih akan melakukan diversifikasi pemasok AI untuk menghindari titik kegagalan tunggal, sekaligus melindungi secara ketat sistem AI yang diandalkan para prajurit dari risiko dinonaktifkan.
Pertemuan antara Presiden Trump dan para eksekutif AI terkemuka diperkirakan akan berlangsung paling cepat minggu depan untuk membahas peta jalan kolaborasi penting ini secara lebih rinci.
Thanh Giang
Sumber: https://baothanhhoa.vn/my-ban-hanh-chi-thi-lich-su-ve-ai-290181.htm









