
Cuplikan layar dari klip video.
Presiden Trump mengatakan kepada wartawan, "Kita mungkin akan menghancurkan uranium ini setelah kita menyitanya." Namun, kepala Gedung Putih tidak menjelaskan lebih lanjut bagaimana uranium tersebut akan ditangani atau dihancurkan jika kesepakatan tercapai dengan Iran.
Selain itu, Trump juga mengisyaratkan bahwa kendali AS atas persediaan uranium yang diperkaya milik Iran akan menjadi bagian dari kesepakatan perdamaian potensial dengan negara Timur Tengah tersebut, yang bertujuan untuk memastikan Teheran tidak dapat memperoleh senjata nuklir.
Pernyataan Trump muncul ketika AS dan Iran melanjutkan negosiasi mengenai program nuklir Teheran. Menurut sumber-sumber AS, Iran saat ini memiliki sekitar 450 kg uranium yang diperkaya, mendekati tingkat yang sesuai untuk senjata nuklir. Teheran sejauh ini membantah niat untuk melepaskan persediaan tersebut.
Dalam berita lain, sebuah sumber senior Iran mengatakan pada 21 Mei bahwa Teheran dan Washington belum mencapai kesepakatan untuk mengakhiri ketegangan saat ini, meskipun kesenjangan dalam negosiasi telah menyempit secara signifikan. Menurut sumber tersebut, dua isu utama yang masih buntu adalah program pengayaan uranium Iran dan kendali Teheran atas Selat Hormuz.
Isu pengayaan uranium saat ini dipandang sebagai hambatan terbesar dalam negosiasi. Iran terus menegaskan haknya untuk mengembangkan program nuklir damai berdasarkan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT), sambil menolak tuntutan untuk menghilangkan semua uranium yang diperkaya dari wilayah Iran. Sementara itu, AS dan Israel menganggap pembuangan stok uranium yang sangat diperkaya sebagai syarat utama untuk setiap kesepakatan.
RG
Sumber: https://baoangiang.com.vn/my-co-the-pha-huy-kho-urani-lam-giau-cua-iran-a486422.html










Komentar (0)