
AS telah berhenti memungut tarif timbal balik.
Badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) mengumumkan akan menghentikan pengumpulan pajak berdasarkan Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA) pada pukul 12:01 siang waktu Vietnam hari ini. Keputusan ini diambil lebih dari tiga hari setelah Mahkamah Agung AS menyatakan pajak-pajak tersebut ilegal.
Penghentian sementara pengumpulan bea masuk ini bertepatan dengan pemberlakuan tarif global baru sebesar 15% oleh Presiden AS Donald Trump dengan dasar hukum yang berbeda untuk menggantikan tarif yang ditolak oleh Mahkamah Agung pada 20 Februari. Badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS menekankan bahwa penghentian sementara ini tidak memengaruhi tarif lain yang sebelumnya diberlakukan oleh pemerintahan Trump.
Badan tersebut mengatakan akan mengirimkan panduan lebih lanjut kepada komunitas bisnis sesuai kebutuhan. Diperkirakan bahwa putusan Mahkamah Agung dapat memaksa Departemen Keuangan AS untuk mengembalikan lebih dari $175 miliar pendapatan pajak IEEPA. Model perkiraan ini menunjukkan bahwa pajak berbasis IEEPA sebelumnya menghasilkan lebih dari $500 juta per hari untuk anggaran AS.
Angka-angka di atas menggambarkan skala keuangan yang sangat besar yang terlibat dalam sengketa hukum ini. Jika importir meminta pengembalian dana dan disetujui, pemerintah AS dapat berurusan dengan salah satu pengembalian pajak terbesar dalam sejarah modern.
Dalam konteks ini, pasar dan komunitas bisnis memantau dengan cermat panduan lebih lanjut dari CBP, khususnya mengenai mekanisme penanganan jumlah yang dikumpulkan sebelum penghentian kebijakan tersebut.
Penggantian tarif IEEPA dengan tarif global baru juga menimbulkan pertanyaan tentang dampaknya terhadap rantai pasokan, harga, dan hubungan perdagangan internasional di masa depan.
Sumber: https://vtv.vn/my-dung-thu-thue-doi-ung-100260224100517268.htm







Komentar (0)