Military Watch melaporkan pada tanggal 25 Mei bahwa Financial Times baru-baru ini mengungkapkan bahwa Menteri Perang AS Pete Hegseth berbicara melalui telepon dengan Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi untuk memberitahukan penundaan pengiriman rudal Tomahawk.

"AS telah memberi tahu Jepang bahwa pengiriman 400 rudal Tomahawk akan mengalami penundaan yang signifikan, bahkan mungkin hingga dua tahun. Ini dianggap sebagai kabar buruk bagi Jepang, karena negara tersebut telah menghabiskan $2,35 miliar untuk rudal-rudal ini dan berharap menerima pengiriman penuh sebelum April 2028," tulis Financial Times.

Menurut sumber Financial Times, Jepang bukanlah satu-satunya negara yang terdampak oleh masalah pembelian senjata Amerika. Sebelumnya, Washington telah memberitahu Inggris, Polandia, dan beberapa sekutu Eropa lainnya bahwa pesanan senjata mereka juga mengalami penundaan dalam berbagai tingkatan.