Dalam rancangan Keputusan yang merinci ketentuan dan langkah-langkah tertentu untuk mengatur dan membimbing pelaksanaan Undang-Undang Pajak Penghasilan Pribadi, yang baru saja diserahkan oleh Kementerian Keuangan kepada Pemerintah, salah satu isi yang penting adalah peraturan tentang pemotongan pajak.

Berdasarkan rancangan peraturan tersebut, organisasi dan individu yang membayar gaji, upah, biaya, atau pembayaran lainnya kepada penduduk yang tidak memiliki kontrak atau memiliki kontrak kerja kurang dari 3 bulan, jika pembayaran tersebut sebesar 5 juta VND atau lebih per pembayaran, wajib memotong pajak penghasilan pribadi sebesar 10% sebelum membayarkan kepada penerima.

Dalam kasus di mana pembayaran penghasilan kurang dari 5 juta VND per pembayaran, organisasi atau individu yang membayar penghasilan dapat memotong pajak sebesar 10% atas permintaan penerima penghasilan.

Dalam kasus di mana seseorang hanya memiliki satu sumber penghasilan yang dikenakan pajak penghasilan sebesar 10%, tetapi perkiraan total penghasilan kena pajak setelah pengurangan pribadi berada di bawah ambang batas pajak, individu tersebut dapat mengajukan formulir komitmen kepada organisasi pembayar penghasilan sebagai dasar untuk sementara tidak melakukan pemotongan pajak penghasilan pribadi.

Berbicara kepada wartawan VietNamNet, Bapak Le Van Tuan, Direktur Keytas Tax Accounting Company Limited, mengatakan bahwa peraturan pemotongan 10% hanya berlaku untuk penghasilan dari kontrak kurang dari 3 bulan atau dari penghasilan tanpa kontrak tertulis.

Berdasarkan Surat Edaran 111/2013 dari Kementerian Keuangan, potongan 10% hanya berlaku untuk warga negara Indonesia yang tidak memiliki kontrak kerja atau memiliki kontrak kerja kurang dari 3 bulan, dengan pembayaran sebesar 2 juta VND atau lebih per transaksi.

Oleh karena itu, penghasilan sebesar 2 juta VND atau lebih per pembayaran akan dikenakan potongan 10% sebelum pembayaran; penghasilan di bawah 2 juta VND per pembayaran untuk sementara tidak akan dikenakan potongan. Untuk kontrak 3 bulan atau lebih, pajak akan dihitung sesuai dengan tarif pajak progresif setelah dikurangi tunjangan.