
Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi (Foto: Kyodo)
Pada 24 Juni, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Mariano Grossi, mengumumkan bahwa inspektur akan mengunjungi fasilitas nuklir Iran , sesuai dengan kesepakatan antara Teheran dan Washington. Grossi menegaskan bahwa dokumen yang ditandatangani oleh para pemimpin kedua negara tersebut dengan jelas menyatakan bahwa aktivitas yang berkaitan dengan material dan fasilitas nuklir Iran akan dipantau oleh IAEA. Menurutnya, inspeksi "akan dilakukan," meskipun waktu pastinya bisa beberapa hari lagi atau lebih lama.
Namun, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menolak klaim ini. Ia berpendapat bahwa masalah inspeksi hanya dapat dipertimbangkan dalam kerangka kesepakatan akhir, setelah AS mengambil tindakan konkret untuk mengakhiri sanksi.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Iran telah setuju untuk mengizinkan inspeksi internasional di fasilitas nuklirnya untuk jangka waktu yang tidak terbatas. Teheran bersikeras bahwa program nuklirnya tidak dibahas dalam putaran pertama negosiasi dan bahwa mereka tidak setuju untuk mengizinkan inspektur IAEA kembali ke fasilitas pengayaan uraniumnya.

Rafael Grossi (Foto: Kyodo)
IAEA telah diberikan akses ke beberapa fasilitas nuklir Iran sejak konflik 12 hari dengan Israel pada tahun 2025, tetapi belum memeriksa lokasi pengayaan uranium. Badan tersebut mengatakan tidak dapat memverifikasi persediaan uranium yang sangat diperkaya Iran atau kondisi sentrifuganya tanpa akses penuh.
AS dan Iran juga berselisih mengenai jumlah aset Teheran yang dibekukan di luar negeri. Trump mengatakan dana yang dibebaskan akan digunakan untuk membeli makanan dan obat-obatan dari AS. Sementara itu, duta besar Iran untuk PBB di Jenewa, Ali Bahreini, menyatakan bahwa Teheran berhak memutuskan bagaimana menggunakan uang tersebut.
Kesepakatan sementara yang ditandatangani pekan lalu mengharuskan Iran untuk mengurangi kandungan uranium yang sangat diperkaya, sementara AS untuk sementara melonggarkan sanksi terhadap ekspor minyak Teheran selama 60 hari. Kedua pihak diperkirakan akan melanjutkan pembicaraan tingkat ahli diSwiss pada awal pekan depan.
Isu-isu terkait Selat Hormuz, pasukan Hizbullah di Lebanon, dan penarikan pasukan Israel tetap menjadi poin perselisihan yang dapat memengaruhi kemajuan negosiasi AS-Iran.
Sumber: https://vtv.vn/my-iran-bat-dong-ve-mot-so-van-de-100260624185918849.htm








