
Aksi protes menentang negosiasi AS-Iran di Teheran, 14 Juni 2026. (Foto: AP)
Para pejabat AS dan Iran mengatakan pada 14 Juni bahwa mereka telah menyepakati kerangka kerja untuk mengakhiri perang, mencabut blokade AS terhadap Iran, dan membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran vital untuk pasokan minyak dan gas global.
Pada hari yang sama, Presiden AS Donald Trump juga mengumumkan bahwa kesepakatan dengan Iran telah diselesaikan. Pengumuman itu datang tak lama setelah Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, negara yang bertindak sebagai mediator, mengkonfirmasi bahwa kedua pihak telah mencapai kesepakatan.
Memorandum tersebut diperkirakan akan ditandatangani secara resmi di Swiss pada tanggal 19 Juni. Namun, rincian isinya belum dirilis. Menurut Bapak Sharif, perjanjian tersebut mensyaratkan penghentian segera dan permanen operasi militer di semua front, termasuk di Lebanon.
Sekretariat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengumumkan bahwa operasi militer akan berakhir pada malam tanggal 15 Juni. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengatakan kedua pihak akan menegosiasikan kesepakatan yang lebih komprehensif selama gencatan senjata 60 hari, termasuk pelonggaran sanksi terhadap Teheran.

Para pengunjuk rasa berdemonstrasi menentang negosiasi AS-Iran di Teheran, 14 Juni 2026. (Foto: AP)
Program nuklir Iran juga akan dimasukkan dalam negosiasi yang akan datang. Israel belum menanggapi pengumuman ini dan menyatakan bahwa mereka tidak terlibat dalam negosiasi antara AS dan Iran.
Presiden Trump mengumumkan bahwa Selat Hormuz diperkirakan akan dibuka kembali pada 19 Juni, dan ia memerintahkan diakhirinya blokade pelabuhan Iran. Harga minyak turun setelah berita tersebut, dengan minyak mentah Brent kehilangan 4%, dan minyak mentah West Texas Intermediate AS turun lebih dari 4,6%.
Ribuan orang, sebagian besar di Iran dan Lebanon, telah tewas sejak pasukan AS dan Israel memulai serangan mereka terhadap Iran pada 28 Februari. Iran kemudian membalas terhadap Israel dan negara-negara Teluk dengan pangkalan AS, dan secara efektif memblokade Selat Hormuz. Sementara itu, AS menanggapi dengan memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran.
Inggris, Jerman, Prancis, dan Italia menyambut baik sinyal positif terkait kesepakatan AS-Iran, dan telah mengindikasikan kesediaan mereka untuk mencabut sanksi jika Iran mengambil langkah-langkah yang jelas dan dapat diverifikasi untuk mengekang program nuklirnya.
Sumber: https://vtv.vn/my-va-iran-da-dat-thoa-thuan-so-bo-cham-dut-chien-tranh-100260615135829211.htm








