Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

NATO sedang kesulitan mencari sekretaris jenderal yang baru.

Báo Thanh niênBáo Thanh niên27/05/2023


Konflik di Ukraina telah secara signifikan mengubah situasi dan menciptakan titik terang baru bagi NATO. Oleh karena itu, proses pencarian sekretaris jenderal NATO selama periode ini membutuhkan pertimbangan yang lebih cermat, karena setiap langkah aliansi harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

Kandidat yang paling menjanjikan

Menurut Reuters, dengan waktu yang semakin menipis, persaingan untuk posisi sekretaris jenderal NATO semakin memanas. Sudah ada spekulasi tentang calon-calon potensial untuk menggantikan Stoltenberg.

NATO vất vả tìm tân tổng thư ký - Ảnh 1.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg saat kunjungannya ke Jerman pada 21 April.

Selama kunjungannya ke Jerman pekan lalu, Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace menyatakan ketertarikannya untuk menjadi pemimpin NATO berikutnya dan mengatakan bahwa ia "menyukai pekerjaan itu," menurut The Telegraph.

Wallace mengatakan kepada kantor berita Jerman DPA bahwa menjadi sekretaris jenderal aliansi transatlantik "adalah pekerjaan yang hebat" tetapi "itu bukan hak prerogatif saya."

Selain itu, negara-negara anggota NATO juga menginginkan sekretaris jenderal perempuan pertama aliansi tersebut, sementara yang lain lebih memilih posisi tersebut diisi oleh mantan kepala negara untuk memastikan NATO mempertahankan pengaruh politik maksimal. Ada juga usulan bahwa pemimpin NATO sebaiknya berasal dari negara anggota Uni Eropa (UE) untuk memperkuat hubungan antara kedua aliansi tersebut.

Oleh karena itu, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen dianggap sebagai kandidat yang kuat, karena ia dapat memenuhi ketiga kriteria tersebut. Para diplomat NATO mengatakan mereka serius mempertimbangkan untuk mendukung Frederiksen, meskipun ia mengatakan tidak tertarik pada posisi tersebut.

Spekulasi tentang Frederiksen menjadi pemimpin NATO berikutnya semakin intensif setelah Gedung Putih mengkonfirmasi bahwa ia akan bertemu dengan Presiden AS Joe Biden pada awal Juni. Secara tradisional, posisi Sekretaris Jenderal NATO diberikan kepada orang Eropa, tetapi kandidat serius mana pun membutuhkan dukungan dari Washington, kekuatan utama aliansi tersebut.

NATO vất vả tìm tân tổng thư ký - Ảnh 2.

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen berbicara di kantornya di Kopenhagen, Maret 2020.

Jika terpilih, Frederiksen akan menjadi pemimpin NATO ketiga berturut-turut dari negara Nordik. Namun, ia harus melepaskan jabatannya sebagai Perdana Menteri Norwegia, sebuah langkah yang menurut para pengamat politik akan mendorong pemerintahannya yang rapuh ke ambang kehancuran.

Namun, sebuah sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan bahwa pemerintahan Biden belum menentukan kandidat dan "perdebatan sengit" sedang berlangsung di antara para pembantu utamanya. Menurut Departemen Luar Negeri, masih terlalu dini untuk berspekulasi tentang siapa yang akan didukung Washington.

Kemungkinan lain

Perdana Menteri Estonia Kaja Kallas, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen (dari Jerman), dan Wakil Perdana Menteri Kanada Chrystia Freeland juga disebut-sebut dalam diskusi di antara para diplomat dan di media, menurut Reuters.

Namun, para diplomat mengatakan bahwa Kallas, dibandingkan dengan anggota NATO lainnya, dianggap terlalu keras terhadap Rusia. Sikap yang terlalu keras terhadap Rusia akan menciptakan banyak kesulitan bagi NATO saat ini, karena aliansi tersebut harus memastikan sekutunya mendukung Ukraina dan menghindari eskalasi apa pun yang dapat menyeret NATO ke dalam perang langsung dengan Rusia.

Sementara itu, Jerman menginginkan von der Leyen tetap memimpin Komisi Eropa. Di sisi lain, Freeland menghadapi hambatan signifikan karena bukan warga negara Eropa dan berasal dari negara yang dianggap lambat dalam pengeluaran pertahanan.

Nama lain yang dipertimbangkan termasuk Perdana Menteri Belanda Mark Rutte dan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez. Namun, Rutte menyatakan bahwa ia tidak ingin mengambil peran tersebut, sementara Sanchez sibuk dengan pemilihan umum yang akan diadakan akhir tahun ini.

Negara-negara NATO biasanya memutuskan siapa yang akan menjadi sekretaris jenderal dalam pertemuan tertutup. Namun, keputusan tersebut tidak mudah, dan terutama terjadi dalam konsultasi antara para pemimpin dan diplomat. Konsultasi ini berlanjut hingga semua anggota NATO sepakat bahwa mereka telah mencapai konsensus.

Jika NATO gagal menyepakati seorang kandidat, masa jabatan Stoltenberg kemungkinan akan diperpanjang, setidaknya hingga KTT NATO berikutnya pada tahun 2024. Namun, Stoltenberg telah menyatakan bahwa ia tidak ingin menjabat lebih lama lagi.



Tautan sumber

Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Patung Bodhisattva Avalokiteshvara di Pagoda Hang – Kuil Phuoc Dien, Chau Doc, An Giang

Patung Bodhisattva Avalokiteshvara di Pagoda Hang – Kuil Phuoc Dien, Chau Doc, An Giang

Menggambar wajah seorang pemain opera tradisional

Menggambar wajah seorang pemain opera tradisional

Momen kemenangan

Momen kemenangan