
Kedutaan Besar Vietnam di Belgia turut menyelenggarakan kelas pembuatan lumpia tradisional Vietnam. (Foto: Gambar arsip)
Menurut informasi yang dipublikasikan di situs berita Belgia rtbf.be, hidangan tradisional Vietnam seperti lumpia, lumpia goreng, dan lumpia kertas beras semakin banyak muncul di dapur-dapur Eropa dengan metode persiapan kreatif yang mencerminkan tradisi kuliner Barat. Dengan menggunakan bahan-bahan yang familiar dalam masakan Asia Timur, lumpia kertas beras kini diolah menjadi berbagai hidangan baru yang sesuai dengan selera dan gaya kuliner di Belgia dan negara-negara tetangga.
Kertas beras, yang berasal dari Vietnam, adalah bahan serbaguna yang dapat digunakan untuk lumpia, menggoreng, atau menumis. Berkat keserbagunaannya, lembaran tipis ini mudah beradaptasi dengan kebiasaan lokal, menjadi dasar untuk hidangan pembuka yang menyegarkan atau hidangan panas yang menggugah selera dalam masakan Eropa. Menurut RTBF, banyak koki dan pecinta kuliner di Belgia telah bereksperimen dengan kertas beras dalam masakan Eropa – mulai dari hidangan pembuka hingga hidangan utama – dan telah menerima umpan balik positif.
Di Eropa, para penikmat kuliner sudah familiar dengan hidangan pembungkus ala Asia seperti lumpia (rouleaux de printemps), lumpia goreng, atau lumpia bakar. Namun, "pembungkus adonan" serupa juga sangat populer dalam masakan Barat, seperti lumpia bebek Peking, loempia Belanda, atau pangsit gyoza Jepang. Dalam konteks ini, kertas beras Vietnam muncul sebagai pilihan yang ringan, serbaguna, dan cocok untuk banyak variasi baru.
Menurut RTBF, resep menggunakan kulit lumpia sangat sederhana. Cukup basahi dengan air hangat untuk melembutkannya sambil tetap mempertahankan kekenyalannya, lalu bungkus dengan berbagai macam bahan. Resep tradisional seperti lumpia dengan bihun, udang, daging babi char siu, rempah-rempah, dan saus kecap hitam tetap populer. Lumpia goreng berisi daging babi, wortel, dan bihun, disajikan dengan saus ikan dan sayuran segar, juga merupakan hidangan familiar yang telah "mendapatkan poin" di banyak restoran Eropa.
Namun, para koki Belgia tidak berhenti sampai di situ. RTBF menyebutkan banyak variasi kreatif yang semakin populer, seperti lumpia isi keju mozzarella dan daging asap Parma, sosis Italia (mortadelle) yang dipadukan dengan keju Parmesan, atau versi keju Herve yang unik disajikan dengan sirup buah. Hidangan-hidangan ini mempertahankan pesona sederhana dari kulit lumpia tetapi menambahkan cita rasa kaya masakan Eropa, menciptakan perpaduan yang menarik.
Tidak hanya menjadi hidangan baru, tetapi kertas beras juga digunakan dengan cara yang sama sekali baru. RTBF melaporkan bahwa banyak orang di Belgia mencoba membuat "kue beras" ala Korea dari kertas beras: merendamnya dalam air, menggulungnya, memotongnya menjadi beberapa bagian, lalu memasaknya dengan sayuran tumis dalam kecap dan saus cabai, menciptakan hidangan hangat dan mudah dimakan yang sempurna untuk hari-hari dingin. Selain itu, kertas beras digunakan sebagai "pembungkus" untuk hidangan kukus atau goreng seperti ravioli Italia, dengan isian daging babi, keju ricotta, bayam, labu, atau jamur.
Menurut penilaian RTBF, kertas beras Vietnam semakin memikat hati para penikmat kuliner Eropa berkat keserbagunaannya, kemudahan penyajiannya, dan kemampuannya untuk dipadukan dengan banyak bahan masakan Barat. Perpaduan kuliner ini tidak hanya memperluas pengaruh masakan Vietnam tetapi juga berkontribusi untuk memperkaya peta kuliner multikultural di Belgia dan banyak negara lainnya.
Sumber: https://vtv.vn/nem-cha-gio-banh-trang-viet-nam-nhap-gia-vao-bep-au-100260113060624091.htm










