Banyak pengguna percaya bahwa mematikan AC setiap kali mereka meninggalkan ruangan dapat membantu menghemat listrik; namun, tindakan ini justru dapat menjadi kontraproduktif.
Pengguna sebaiknya membiarkan AC tetap menyala terus menerus kecuali jika mereka akan meninggalkan ruangan untuk waktu yang lama. Foto: Shutterstock. |
Banyak pengguna masih percaya bahwa cara terbaik untuk menghemat listrik adalah dengan mematikan AC setiap kali meninggalkan ruangan untuk waktu singkat kurang dari satu jam, lalu menyalakannya kembali saat kembali. Beberapa pengguna juga secara proaktif mematikan AC ketika ruangan sudah cukup dingin, dan hanya menyalakannya kembali ketika suhu naik dan ruangan menjadi panas.
Namun, jika waktu yang dihabiskan di luar sangat singkat, membiarkan AC tetap menyala justru dapat menghemat listrik lebih banyak daripada mematikan dan menghidupkannya kembali.
Setiap kali dinyalakan, seluruh sistem, termasuk kompresor dan motor kipas, harus mulai bekerja dari awal, sehingga mengonsumsi listrik jauh lebih banyak daripada saat beroperasi normal. Menurut Bapak Le Danh, seorang konsultan di sebuah jaringan supermarket elektronik, selama proses penyalaan, pendingin ruangan mengonsumsi listrik tiga kali lebih banyak daripada operasi normal untuk mencapai suhu yang ditetapkan pengguna dengan cepat.
Sementara itu, untuk menjaga suhu ruangan, sistem beroperasi pada tingkat daya yang lebih rendah, bergantung pada perbedaan dengan suhu udara luar dan laju kehilangan panas dari ruangan.
Menghidupkan dan mematikan AC berulang kali dapat berdampak negatif pada kualitas produk dengan mengganggu pengoperasian normalnya, mengurangi daya tahannya, dan memperpendek masa pakainya.
Kebiasaan ini tidak hanya membuang-buang listrik, tetapi juga berdampak negatif pada kesehatan orang-orang di ruangan tersebut, terutama individu yang sensitif seperti ibu hamil, anak kecil, dan lansia. Terus-menerus menghidupkan dan mematikan AC menyebabkan suhu di sekitar tubuh berfluktuasi secara terus-menerus.
Selain itu, menjaga tubuh dalam lingkungan dengan suhu yang terus berubah bahkan dapat menyebabkan pusing, sakit kepala, kelelahan, penyakit pernapasan, dan serangan panas.
Menurut TCL, pengguna harus menjaga suhu ruangan tetap stabil dengan selisih sekitar 7-8 derajat Celcius dari suhu luar. Pengaturan suhu ruangan juga tidak boleh terlalu rendah; suhu yang wajar sekitar 26-28 derajat Celcius akan paling sesuai untuk iklim Vietnam.
Untuk tempat-tempat di mana pendingin ruangan digunakan lebih dari 8 jam sehari, pengguna dapat mempertimbangkan untuk mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli pendingin ruangan inverter guna menghemat energi. Dengan pendingin ruangan inverter, kemampuan untuk menyesuaikan motor kompresor sesuai kebutuhan aktual membantu produk mengonsumsi lebih sedikit energi, menghemat uang, dan mengurangi biaya listrik bagi keluarga.
Selain itu, setelah ruangan mendingin dan suhunya stabil, pengguna dapat mengatur mode hemat energi pada AC seperti Sleep, Fan Speed, dan ECO, tergantung pada modelnya. Mode-mode ini juga membantu mengurangi konsumsi daya AC sambil tetap mempertahankan suhu yang diinginkan.
Menurut Zing
Sumber






Komentar (0)