Hampir 40 tahun bekerja di sawah.
Bapak Nguyen Van Moi (55 tahun, tinggal di dusun Dong Binh Nhat, komune Vinh Thanh, distrik Chau Thanh) telah berkecimpung dalam pertanian padi sejak usia 18 tahun. Hingga saat ini, setelah 37 tahun, beliau tetap berdedikasi pada profesinya, mengolah hampir 9 hektar lahan padi, di mana sekitar 5 hektar merupakan lahan sewa. Setiap tahun, beliau menanam tiga kali panen, memantau setiap tahap perkembangan dengan cermat untuk segera mengatasi hama dan penyakit, memberi pupuk, dan merawat tanaman.
Dalam beberapa tahun terakhir, ia telah menerapkan kemajuan teknologi, seperti penggunaan drone untuk penyemprotan pestisida dan mesin pemanen gabungan, untuk mengurangi tenaga kerja. Menurutnya, sawah tidak lagi sekaya tanah aluvial seperti dulu, sehingga budidaya menjadi lebih sulit dan membutuhkan lebih banyak pupuk untuk menambah nutrisi bagi tanaman padi. Oleh karena itu, petani harus belajar dan memperbarui pengetahuan mereka untuk mencapai efisiensi tinggi dalam pertanian.
Pak Mọi menggunakan pesawat terbang untuk memupuk tanaman padinya.
Pak Moi bercerita: "Pekerjaan ini berat, tetapi saya tidak tega meninggalkannya. Meskipun tanahnya sudah tandus, pupuk mahal, dan harga beras tidak stabil, saya tetap pergi ke sawah mulai pukul 5 pagi. Untuk setiap hektar sawah, saya menginvestasikan sekitar 4 juta dong, dan jika hasilnya tidak stabil, semuanya akan sia-sia. Ketika masih kecil, saya mengikuti ayah saya ke sawah; itu pekerjaan berat, tetapi saya terbiasa. Setiap kali tanaman padi berbunga dengan bulir emas, itu membuat saya bahagia. Meskipun tidak seramai pekerjaan lain, bagi saya, ini adalah pekerjaan yang akan saya tekuni seumur hidup."
Petani serbaguna yang "bekerja di ladang dan sawah"
Di komune Hoa Binh (distrik Cho Moi), Bapak Nguyen Trong Phuong (53 tahun) dikenal luas oleh penduduk setempat karena ketekunan dan kreativitasnya dalam bertani. Keluarganya memiliki lahan seluas 6 hektar untuk menanam sayuran dan pohon buah-buahan, ditambah 9 hektar lahan sewaan untuk budidaya padi. Berbeda dengan metode tradisional, ia menggabungkan pertanian sayuran, buah-buahan, dan padi. Sayuran seperti sawi, pakcoy, selada, mentimun, terong, krisan, dan lain-lain, ditanam dalam sistem campuran sepanjang tahun.
Selain secara proaktif mengelola musim tanam sesuai dengan permintaan pasar, ia juga memasang sistem irigasi otomatis berputar, mengurangi tenaga kerja sekaligus memastikan irigasi yang efisien. Meskipun ia tidak berinvestasi di rumah kaca karena biaya yang tinggi, ia terus meneliti dan memperbaikinya. Lebih jauh lagi, ia menerapkan pengetahuannya dari pertanian sayuran ke budidaya padi, menciptakan rantai pertanian yang efektif dan saling mendukung.
Pak Phuong bercerita: “Ketika saya masih kecil, saya mengikuti ayah saya ke ladang, dan saya terbiasa dengan itu. Setiap hari, saya pergi ke ladang saat fajar, terkadang bekerja hingga larut malam untuk mengantarkan sayuran kepada pelanggan tepat waktu. Saya bekerja dalam jumlah kecil, sebagian besar mengurus semuanya sendiri, jadi biayanya lebih murah, tetapi pekerjaannya sangat berat. Setiap jenis tanaman membutuhkan perawatan yang berbeda, dan saya harus beradaptasi dengan cuaca yang tidak dapat diprediksi. Profesi ini membutuhkan ketekunan, belajar dari orang lain, dan bereksperimen melalui pengalaman praktis. Ketika sayuran saya sakit, saya menanganinya dengan baik, jadi saya kemudian menerapkannya pada pertanian padi. Saya menyadari bahwa bertani sekarang tidak hanya bergantung pada kekuatan fisik; Anda juga membutuhkan pengetahuan untuk bertahan hidup. Itulah mengapa jika seseorang dapat bertahan, mereka akan sangat menyukainya dan tidak akan mampu meninggalkannya.”
Meskipun kehidupan modern menawarkan lebih banyak pilihan, masih ada petani seperti Bapak Moi dan Bapak Phuong yang dengan tenang tetap berdedikasi pada ladang dan kebun mereka. Mereka memahami tanah, menyayangi tanaman, menemukan kegembiraan dalam pekerjaan mereka, dan menukarkan kerja keras mereka dengan makanan yang lengkap dan memuaskan bagi keluarga dan masyarakat mereka. Selain mereka, banyak petani lain yang berkontribusi untuk mempertahankan pertanian Vietnam di era modern.
Yang dibutuhkan sekarang adalah membangkitkan kembali kepercayaan pada pertanian, sekaligus mendukung petani dalam mengakses teknologi dan mengamankan pasar yang stabil untuk pembangunan pertanian berkelanjutan. Pertanian bukanlah sesuatu yang ketinggalan zaman; dengan dukungan pengetahuan, inovasi, dan semangat, petani Vietnam akan selalu menjadi citra yang indah dan manusiawi, terlepas dari terik matahari atau hujan deras.
NGUYEN XE
Sumber: https://baoangiang.com.vn/net-dep-nha-vuon-a420046.html






Komentar (0)