![]() |
Manajer Eddie Howe berisiko dipecat pada akhir musim. |
CEO David Hopkinson mengungkapkan bahwa ia telah melakukan percakapan pribadi yang panjang dengan manajer Howe setelah kekalahan 2-1 dari Sunderland pada 22 Maret. Hasil tersebut membuat marah para penggemar dan menimbulkan keraguan tentang arah klub sejak diambil alih oleh pemilik asal Arab Saudi.
"Bukan hanya kehilangan tiga poin. Kekalahan itu benar-benar menyakitkan dan memaksa kami untuk lebih serius," tegas Hopkinson.
Manajemen Newcastle tidak terburu-buru untuk mengambil keputusan. Howe akan tetap memimpin tim hingga akhir musim, dengan fokus pada tujuh putaran terakhir. Masa depannya akan dibahas di akhir musim, ketika klub memiliki pandangan yang lebih komprehensif tentang performanya.
Newcastle saat ini berada di peringkat ke-12 di Liga Primer dan berisiko gagal lol获得 tiket ke kompetisi Eropa musim depan. Menurut media Inggris, sangat mungkin manajer Howe akan terpaksa meninggalkan posisinya jika situasi tidak membaik.
Selain itu, Newcastle juga bersiap menghadapi bursa transfer yang penuh gejolak. Setelah berpisah dengan Alexander Isak, klub secara bertahap beralih ke model jual beli pemain, bukan hanya menghabiskan banyak uang seperti sebelumnya.
Ini berarti Sandro Tonali bisa dijual jika ada tawaran yang sesuai, terutama jika Newcastle gagal lolos ke Liga Champions. "Kami akan bertindak secara disiplin dan proaktif serta mengoptimalkan setiap peluang di pasar," kata CEO tersebut.
Secara finansial, Newcastle mencatatkan pendapatan sebesar £335,3 juta pada tahun keuangan yang berakhir Juni 2025, dengan laba setelah pajak mencapai £34,7 juta. Namun, klub ini masih dianggap belum setara dengan klub-klub besar Premier League.
Sumber: https://znews.vn/newcastle-can-nhac-sa-thai-hlv-howe-post1639760.html







Komentar (0)