Pasar domestik memimpin pemulihan.
Laporan Pasar Semen Vietnam 2025 dari FiinGroup memberikan gambaran komprehensif tentang industri ini setelah periode yang penuh tantangan. Laporan ini menunjukkan banyak tanda positif, yang mengindikasikan bahwa industri semen memasuki siklus pertumbuhan baru.
Data dari laporan tersebut menunjukkan bahwa total konsumsi semen dan klinker pada tahun 2024 meningkat sebesar 9,8% dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai 94,4 juta ton. Perlu dicatat, pasar domestik menjadi pendorong utama pertumbuhan dengan konsumsi sekitar 66,5 juta ton, sementara saluran ekspor, dengan 27,8 juta ton, belum menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.
Tren pemulihan ini berlanjut hingga lima bulan pertama tahun 2025, berkat membaiknya pasar properti dan upaya diversifikasi ke pasar ekspor yang sedang berkembang.
Industri semen diproyeksikan menunjukkan pemulihan yang lebih jelas pada paruh kedua tahun 2025.
Pemulihan ini telah membantu meningkatkan efisiensi pabrik. Dua pabrik semen yang diresmikan pada tahun 2024 meningkatkan total kapasitas klinker dan semen seluruh industri masing-masing sebesar 7,4 juta ton dan 4,6 juta ton. Kapasitas efektif yang diperkirakan untuk seluruh industri meningkat dari 58% pada tahun 2023 menjadi 64% pada tahun 2024.
Perlu dicatat bahwa perusahaan swasta terus mendominasi pasar. Perusahaan swasta menguasai sekitar 55% pangsa pasar konsumsi semen domestik. Beberapa perusahaan besar antara lain Long Son, Vissai, Xuan Thanh, Cong Thanh, Thanh Thang, dan lain-lain.
Keuntungan perusahaan semen secara bertahap membaik pada tahun 2024, berkat peningkatan kapasitas efektif, diversifikasi pasar ekspor, dan pemulihan pasar semen domestik.
Permintaan diproyeksikan mencapai puncaknya pada tahun 2031.
Menurut Dr. Luong Duc Long, Wakil Presiden dan Sekretaris Jenderal Asosiasi Semen Vietnam (VNCA), tren pemulihan akan lebih terlihat pada paruh kedua tahun 2025, terutama karena pemerintah gencar mendorong investasi publik, khususnya dalam proyek infrastruktur transportasi.
Secara khusus, Bapak Long mencatat bahwa permintaan semen di Vietnam belum mencapai puncaknya dan diproyeksikan akan mencapai puncaknya sekitar tahun 2031. Masih ada ruang untuk pertumbuhan produksi dan konsumsi semen.
Perkiraan Kementerian Konstruksi juga menunjukkan bahwa konsumsi semen pada tahun 2025 akan meningkat sekitar 2-3% dibandingkan tahun 2024, mencapai 95-100 juta ton.
Bapak Luong Duc Long menganalisis bahwa industri semen beroperasi sesuai dengan prinsip pasar. Pabrik-pabrik yang baru diinvestasikan dengan teknologi modern dan hemat energi memiliki keunggulan kompetitif yang lebih besar. Ini juga merupakan saat di mana pasar 'menyaring' lini produksi lama dan ketinggalan zaman, menciptakan peluang untuk mendorong pengembangan industri semen yang lebih modern dan maju.
Untuk mendukung industri ini, Asosiasi Semen Vietnam telah mengajukan petisi kepada pemerintah untuk menghapus pajak ekspor klinker. Sementara itu, Kementerian Konstruksi telah mengusulkan pengurangan pajak ekspor untuk bisnis semen, dan Perdana Menteri telah menugaskan Kementerian Keuangan untuk mempertimbangkan masalah ini. Jika disetujui, kebijakan ini diharapkan dapat memberikan dorongan signifikan pada saluran ekspor dalam periode mendatang.
Sumber: https://doanhnghiepvn.vn/kinh-te/nganh-xi-mang-da-vuot-qua-giai-doan-kho-khan-nhat/20250728095553680










Komentar (0)