Banyak tuntutan hukum yang diajukan oleh Vietnam dan organisasi hak asasi manusia internasional telah ditolak, dengan alasan "tindakan militer masa perang yang sah"—sebuah argumen dingin dan tidak manusiawi yang menyangkal hak untuk hidup dan hak untuk dilindungi dari rasa sakit dan cacat bagi jutaan orang yang tidak bersalah.
Kenyataannya adalah: Tidak ada pembenaran hukum yang dapat membenarkan penggunaan sistematis bahan kimia beracun yang merusak lingkungan dan membahayakan kesehatan manusia. Kurangnya kompensasi yang memadai bagi para korban Agent Orange di Vietnam bukan hanya kegagalan sistem peradilan internasional, tetapi juga luka yang belum sembuh di hati kemanusiaan.
Selama bertahun-tahun, Partai dan Negara Vietnam telah menerapkan berbagai kebijakan untuk mendukung korban Agent Orange: mulai dari bantuan sosial, perawatan kesehatan, dan rehabilitasi hingga pendidikan, pelatihan kejuruan, dan dukungan mata pencaharian. Asosiasi Korban Agent Orange/Dioxin Vietnam, bersama dengan ratusan organisasi amal baik di dalam maupun luar negeri, terus bergandengan tangan untuk membantu para korban.
Namun, dukungan dari sumber daya domestik masih terbatas dibandingkan dengan kebutuhan sebenarnya. Lebih dari sebelumnya, keterlibatan yang lebih kuat dari komunitas internasional sangat dibutuhkan: tidak hanya melalui tindakan amal, tetapi juga dengan bersuara, memberikan tekanan, dan mempromosikan proses hukum untuk memastikan bahwa korban Vietnam menerima kompensasi yang adil.
Organisasi hak asasi manusia, lembaga hukum internasional, dan perusahaan yang terlibat dalam produksi bahan kimia beracun perlu mengakui tanggung jawab moral dan hukum mereka. Menolak untuk mengakui korban Vietnam sebagai korban sejati merupakan penghinaan terhadap martabat dan hak asasi manusia mereka.
Tanggal 10 Agustus bukan hanya hari peringatan. Ini adalah kesempatan untuk mengingatkan kita semua – dari warga biasa hingga pembuat kebijakan, dari organisasi sosial hingga bisnis – bahwa kehidupan jutaan orang masih terpengaruh oleh dampak berkepanjangan dari perang.
Tidak seorang pun memilih untuk dilahirkan dalam penderitaan. Tetapi setiap dari kita dapat memilih untuk hidup dengan cara yang memberikan harapan kepada mereka yang kurang beruntung. Setiap tindakan, sekecil apa pun – sebuah hadiah, perbuatan baik, beasiswa, suara yang berbicara menentang ketidakadilan – adalah langkah di jalan keadilan dan kemanusiaan.
Mulai hari ini, kita perlu menumbuhkan semangat tanggung jawab: jangan pernah melupakan sejarah, jangan pernah melupakan pengorbanan, dan terutama, jangan pernah meninggalkan siapa pun—khususnya mereka yang menderita akibat perang—di belakang.
Perang kimia adalah salah satu bentuk peperangan paling tidak manusiawi yang pernah diciptakan oleh umat manusia. Konsekuensi dari Agent Orange di Vietnam adalah bukti paling jelas dari hal ini. Hal ini mengingatkan seluruh umat manusia bahwa setiap keputusan militer yang membahayakan warga sipil dan lingkungan adalah kejahatan.
Dunia sedang menyaksikan banyak konflik baru di mana senjata modern dapat menghancurkan kehidupan dalam sekejap. Jika kita tidak belajar dari masa lalu, jika kita tidak mendengarkan suara para korban Agent Orange, umat manusia berisiko mengulangi kesalahan yang sama – kali ini bukan hanya di Vietnam, tetapi di mana pun di bumi.
"Hari untuk Para Korban Agen Oranye di Vietnam" bukan hanya hari untuk menunjukkan rasa syukur dan berbagi, tetapi juga hari untuk mengingatkan orang akan hati nurani mereka. Ini adalah hari di mana keadilan harus ditegakkan. Ini adalah hari di mana dunia harus serius mengakui konsekuensi perang. Dan setiap warga Vietnam perlu bertanya pada diri sendiri: Apa yang telah saya lakukan untuk memastikan bahwa mereka yang menanggung penderitaan akibat Agen Oranye dapat menjalani kehidupan yang lebih bermakna?
Karena keadilan tidak bisa menunggu selamanya. Dan kemanusiaan seharusnya bukan hanya sekadar slogan.
Duc Anh
Sumber: https://baolongan.vn/ngay-cho-tri-an-va-cong-ly-a200259.html








Komentar (0)