
Seniman Bich Thuy
Pada pagi hari tanggal 31 Mei, seniman dan pengusaha Bich Thuy melanjutkan programnya memberikan hadiah kepada 500 orang miskin di Kota Ho Chi Minh untuk merayakan Hari Ulang Tahun Buddha. Hadiah-hadiah praktis ini diberikan langsung kepada penerima sebagai cara berbagi dengan mereka yang menghadapi kesulitan hidup. Bagi Bich Thuy, ini bukan hanya kegiatan sementara, tetapi bagian dari perjalanan amal yang telah ia jalani selama bertahun-tahun.
Sebagai anak kesembilan dari mendiang musisi Bac Son yang mewarisi warisan artistik yang luas, seniman dan pengusaha Bich Thuy telah memilih jalannya sendiri: tidak berada di bawah bayang-bayang ayahnya, tetapi dengan tenang melanjutkan nilai-nilai yang ditinggalkannya.

Seniman Bich Thuy merawat para lansia yang tinggal sendirian selama musim perayaan Hari Ulang Tahun Buddha.
Lebih dari seribu pertunjukan oleh Grup Lagu Cinta Bac Son
Perjalanan amal ke daerah terpencil, program untuk para pekerja, lansia, pasien, atau anak-anak kurang mampu… inilah perjalanan yang telah dilakukan oleh seniman Bich Thuy secara diam-diam selama bertahun-tahun untuk membalas budi kepada musik dan kehidupan.
Tahun ini, saat ia berusia enam puluh tahun, menengok kembali enam puluh tahun hidupnya dan lebih dari tiga dekade pengabdiannya pada dunia bisnis, kisah Bich Thuy muncul sebagai perjalanan panjang yang penuh dengan tekad, rasa syukur, dan keinginan untuk melayani.
Sebuah janji kepada ayahku
Ketika menyebut nama mendiang komposer Bac Son, publik langsung mengingat melodi-melodinya yang mewujudkan semangat sederhana dan tulus dari pedesaan Vietnam Selatan, yang dipenuhi dengan kecintaan pada tanah dan rakyatnya. Bagi Bich Thuy, warisan itu bukan sekadar kenangan keluarga. Itu adalah sebuah tanggung jawab.

Seniman Bich Thuy dan para lansia selama musim perayaan Hari Ulang Tahun Buddha.
Setelah ayahnya meninggal dunia, ia memilih untuk tetap mengenangnya melalui musik. Grup Bac Son Love Song Troupe lahir dari pemikiran yang sangat sederhana: lagu-lagu itu perlu terus dinyanyikan, tidak hanya di panggung-panggung besar tetapi juga di tempat-tempat di mana orang-orang perlu berbagi melalui seni.
"Jika musik ayahku pernah membuat orang lebih mencintai tanah air mereka dan hidup lebih berbudi luhur, maka yang perlu kulakukan adalah membiarkan melodi-melodi itu terus menemani kehidupan saat ini" – begitulah cara dia memenuhi keinginan ayahnya.
Menurut Bich Thuy, hal yang paling membahagiakannya bukanlah gelar atau prestasi bisnis, melainkan kenyataan bahwa ia telah memenuhi keinginan ayahnya – musisi dan Seniman Berjasa Bac Son – untuk mengembangkan musik dengan musik rakyat Vietnam Selatan dan menghidupkan kembali karya-karya teater yang telah menorehkan namanya.
Kilas Balik Enam Puluh Tahun: Perjalanan Seumur Hidup
"Enam puluh tahun kehidupan – sebuah tonggak sejarah yang dapat dikenang dengan senyuman. Mengenang masa muda yang penuh keberanian, menghadapi banyak kesulitan, mengenang musim-musim keemasan yang tercipta, dan mengenang pelukan hangat yang diberikan."

Seniman Bich Thuy
Sedikit orang yang tahu bahwa aset terbesar gadis berusia dua puluh tahun itu bukanlah uang atau dukungan, melainkan keteguhan dan tekadnya untuk tidak menyerah pada kemiskinan.
Di masa-masa sulit ketika negara menghadapi banyak tantangan, dengan pasar yang bergejolak dan produksi pertanian yang tertinggal, ia memilih untuk bertahan daripada menyerah.
Ia selalu mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada mereka yang telah berada di sisinya, meskipun hari ini masing-masing dari mereka telah memilih jalan yang berbeda. Mungkin tahun-tahun penuh tantangan itulah yang telah membentuk Bich Thuy menjadi wanita yang tegas dan dinamis, yang tetap mempertahankan kelembutan seseorang yang selalu mengutamakan cinta.
"Prestasi" ekonomi seorang wanita yang berani melangkah maju.
Setelah lebih dari tiga puluh tahun memimpin bisnisnya, di usia 60 tahun, Bich Thuy memandang kesuksesan ekonomi bukan sebagai tujuan utama, tetapi sebagai bukti bahwa perempuan sepenuhnya mampu memimpin, menciptakan nilai, dan pantas mendapatkan rasa hormat.
Baginya, bisnis tidak pernah hanya tentang angka keuntungan. Berawal dari sektor pertanian, ia membangun model bisnis multi-sektor, menciptakan lapangan kerja yang stabil bagi ratusan pekerja lokal dan berkontribusi pada perekonomian regional.

Seniman Bich Thuy
Melalui berbagai lokakarya, program transfer teknologi, dan kegiatan komunikasi, ia mempelopori pengenalan solusi ilmiah dan teknologi ke dalam produksi, membantu petani mengurangi biaya, meningkatkan produktivitas, dan meningkatkan nilai produk pertanian.
Ia memasuki bidang real estat pada masa yang penuh gejolak, kesedihan, dan kekecewaan. Dari model perumahan sewa sederhana di awalnya, perjalanan itu secara bertahap berkembang menjadi hampir selusin proyek perumahan dan delapan fasilitas untuk membesarkan anak-anak kurang mampu.
Lebih dari seribu perjalanan cinta
Kegiatan amal ini terus berlanjut dan diperluas melalui tindakan nyata.
Angka lebih dari seribu pertunjukan bukanlah hal yang mudah dibayangkan jika dilihat dalam konteks sebuah kelompok seni pertunjukan yang dikelola secara pribadi.
Di usia 60 tahun, ia masih mencurahkan sebagian besar semangatnya untuk proyek perumahan sosial, yang menargetkan pekerja dan masyarakat berpenghasilan rendah – karena, menurutnya, memiliki tempat tinggal masih merupakan fondasi terpenting bagi setiap orang untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Sumber: https://nld.com.vn/nghe-si-bich-thuy-giu-lua-tinh-ca-bac-son-va-tich-cuc-lam-tu-thien-196260531065730692.htm








Komentar (0)