Pada tanggal 20 Januari, para pemain dan kru film "The Scent of Pho" mengadakan acara perkenalan di Hanoi untuk meluncurkan proyek tersebut dan berbagi banyak cerita di balik layar dari proses pembuatan film.

Pada acara tersebut, ketika diperkenalkan oleh MC sebagai "komedian terkenal dari Vietnam Utara" yang tampil di " The Scent of Pho ," artis Xuan Hinh langsung mengklarifikasi. Ia menyatakan bahwa ia selalu menganggap dirinya hanya sebagai seorang artis bernama Xuan Hinh, dan gelar seperti "raja komedi" hanyalah julukan main-main yang diberikan kepadanya dengan penuh kasih sayang oleh penonton dan pers.

xuanhinh1.jpg
Para seniman yang berpartisipasi dalam pameran tersebut.

"Saya tidak pernah menganggap diri saya berada di posisi itu. Bagi saya, dicintai dan diingat oleh penonton adalah hal yang paling penting," katanya.

Menceritakan perjalanan kariernya, Xuan Hinh mengamati bahwa dunia seni telah mengalami perubahan signifikan dalam konteks perkembangan teknologi. Jika sebelumnya seniman terutama menjangkau publik melalui rekaman dan panggung tradisional, platform digital seperti Facebook dan TikTok kini membuka ruang baru, mendekatkan seni kepada khalayak, terutama kaum muda.

Seniman tersebut mengungkapkan kegembiraannya menyaksikan meningkatnya minat, eksplorasi, dan pembaharuan nilai-nilai budaya nasional di kalangan seniman muda. Menurutnya, ini adalah pertanda positif dalam kebijakan industrialisasi budaya yang sedang dijalankan negara saat ini.

"Budaya nasional adalah harta yang berharga. Selama generasi muda mencintai dan mempraktikkannya, budaya Vietnam tidak akan pernah hilang," tegas Xuan Hinh.