![]() |
Mendy adalah pemain bertahan andal bagi Real Madrid dalam pertandingan-pertandingan besar. |
Ferland Mendy terus menjadi kasus istimewa di Real Madrid. Bek asal Prancis ini seringkali absen karena cedera, tetapi setiap kali ia kembali, ia membuktikan bahwa nilai defensifnya termasuk yang paling langka di sepak bola Eropa.
Menurut statistik Opta, pemain terakhir yang berhasil melewati Mendy dalam situasi satu lawan satu adalah pemain Girona dalam pertandingan La Liga pada Desember 2024. Sejak itu, Mendy telah memainkan 21 pertandingan resmi untuk Real Madrid di La Liga, Copa del Rey, Piala Super Spanyol, dan Liga Champions tanpa pernah dikalahkan oleh lawan mana pun dalam situasi serupa.
Angka itu cukup mengesankan mengingat Mendy hampir tidak pernah mampu mempertahankan ritme permainan yang konsisten. Musim ini, ia berulang kali mengalami nyeri otot dan jarang bermain lebih dari dua pertandingan berturut-turut. Setelah setiap kali kembali bermain, kekhawatiran akan cedera kembali muncul.
Dalam pertandingan melawan Manchester City di Bernabeu, Mendy bermain luar biasa di babak pertama tetapi harus meninggalkan lapangan lebih awal karena cedera lain. Kemudian terjadilah siklus yang sudah biasa: istirahat, pemulihan, dan persiapan untuk pertandingan besar berikutnya.
Inkonsistensi ini memaksa pelatih Alvaro Arbeloa untuk melakukan rotasi dengan Carreras dan Fran Garcia di sayap kiri. Namun, setiap kali Mendy cukup fit untuk pertandingan besar, kepercayaan diri hampir selalu berada di pihaknya.
Di Allianz Arena pada pertengahan pekan, Mendy dimasukkan dalam susunan pemain inti melawan Bayern Munich meskipun belum sepenuhnya bugar. Lawan langsungnya adalah Michael Olise, salah satu pemain sayap dengan performa terbaik musim ini. Namun, bintang Bayern itu tidak mampu melewati Mendy sekalipun dalam situasi satu lawan satu.
Real Madrid akhirnya tersingkir karena kartu merah Eduardo Camavinga dan dua gol di menit-menit akhir. Namun, sisi kiri bukanlah titik lemah mereka di Munich. Sebaliknya, itu adalah salah satu dari sedikit area yang menawarkan kekompakan.
Oleh karena itu, Mendy tetap menjadi paradoks unik di Real Madrid. Tubuhnya rapuh menghadapi jadwal yang padat, namun ia hampir tak terkalahkan dalam pertandingan-pertandingan penting. Hanya sedikit pemain yang tampil sesering dia, tetapi bahkan lebih sedikit lagi bek yang mampu membangkitkan kepercayaan diri sebesar itu.
Sumber: https://znews.vn/nghich-ly-cua-mendy-o-real-madrid-post1644440.html








Komentar (0)