
Pasien dalam kasus darurat ini dirawat dalam keadaan koma berat dengan kerusakan otak dan jantung yang parah. Keluarga melaporkan bahwa pasien tinggal sendirian dan telah membakar arang untuk pemanasan sejak malam sebelumnya, baru mengetahui masalah tersebut pada siang hari berikutnya. Menghirup asap beracun dalam waktu lama membuat situasi menjadi sangat kritis.
Pasien berusia 88 tahun ini didiagnosis sejak dini, sehingga setelah seminggu perawatan, ia sadar kembali dan kesehatannya berangsur-angsur pulih.
Menurut dokter, sebagian besar pasien yang dirawat di rumah sakit karena keracunan karbon monoksida berada dalam keadaan koma, disertai kerusakan otak dan jantung. Faktor umum dalam kasus-kasus ini adalah pembakaran arang/kayu di ruangan tertutup untuk pemanasan, terkadang bahkan semalaman.
Untuk mencegah hal ini, dokter sangat menyarankan untuk tidak membakar arang/kayu untuk pemanasan di ruangan tertutup, dan tidak tidur semalaman dengan api terbuka di dalam rumah. Jika pemanasan diperlukan, gunakan peralatan yang aman dan pastikan ventilasi yang baik. Jika muncul gejala seperti sakit kepala, pusing, mual, mengantuk, atau kesulitan bernapas, segera buka pintu dan pindahkan korban ke area yang berventilasi baik, hubungi bantuan darurat, dan hindari kembali ke ruangan tertutup sampai ruangan tersebut telah berventilasi dengan aman.
Sumber: https://quangngaitv.vn/ngo-doc-nang-do-dot-cui-suoi-am-trong-phong-kin-6514580.html






Komentar (0)