Para arkeolog telah menemukan makam seorang tabib Romawi kuno yang hidup 2.000 tahun lalu dan melakukan perjalanan ke Hongaria karena alasan yang tidak diketahui.
Instrumen medis yang ditemukan di makam seorang dokter Romawi. Foto: ELTE
Ancient Origins melaporkan pada tanggal 27 April bahwa makam dokter tersebut terletak di dekat Jászberény, sebuah kota sekitar 80,5 km dari Budapest. Berisi instrumen medis dokter tersebut, keberadaan makam itu membingungkan tim arkeologi karena mereka tidak dapat menjelaskan mengapa ia melakukan perjalanan sejauh itu dari kota asalnya.
Menurut Universitas Eötvös Loránd, makam tersebut tetap utuh selama kurang lebih 2.000 tahun. Di dalamnya terdapat sisa-sisa seorang dokter, lengkap dengan tengkorak dan tulang paha, serta sebuah peti kayu berisi seperangkat alat medis dan jejak obat-obatan. Alat-alat berkualitas tinggi tersebut termasuk penjepit, jarum jahit, pinset, pisau bedah dengan mata pisau yang dapat diganti, dan batu asah yang dapat digunakan untuk mencampur obat atau menajamkan mata pisau. Ini adalah seperangkat alat medis Romawi kuno lengkap kedua yang pernah ditemukan oleh para peneliti. Seperangkat lainnya ditemukan di Pompeii.
Menurut Leventu Samu, seorang asisten peneliti di institut arkeologi universitas tersebut, ini adalah kompleks pemakaman Romawi milik seorang dokter berusia 50-an atau 60-an, tanpa tanda-tanda cedera atau penyakit. Makam tersebut hampir tidak terganggu kecuali jejak-jejak hewan. Data yang tersedia tidak dapat membantu menentukan apakah dokter tersebut merawat seorang pejabat lokal berpangkat tinggi atau menemani tentara Romawi, menurut András Gulyás, seorang arkeolog di Museum Jász.
Dari kualitas instrumen yang ditemukan, dapat disimpulkan bahwa dokter tersebut sangat terampil dan mampu mengobati berbagai macam penyakit. Para arkeolog akan terus mempelajari sisa-sisa tubuh dokter dan peralatan medis untuk lebih memahami periode sejarah ini. Mereka mungkin juga akan mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana orang Romawi kuno mempraktikkan pengobatan.
Pada zaman Romawi, terdapat banyak tenaga medis, termasuk dokter, bidan, dan tabib. Dokter menerima pelatihan formal di pusat-pusat seperti Alexandria. Mereka memiliki status sosial yang tinggi dan dibayar dengan baik. Pembedahan seringkali menjadi pilihan terakhir, digunakan untuk amputasi, rekonstruksi tengkorak, dan pengangkatan batu ginjal. Karena anestesi tidak digunakan, prosedur pembedahan seringkali sangat menyakitkan bagi pasien.
An Khang (Menurut Asal-usul Kuno )
Tautan sumber








Komentar (0)