Pada hari Selasa, ribuan orang turun ke jalan di ibu kota Mogadishu dan kota-kota lain di seluruh Somalia untuk memprotes pengakuan Israel terhadap Somaliland sebagai negara berdaulat .
📍LAS ANOD | PERNYATAAN
— Ʌ฿ҮɐŊ (putra Ðaraawiish)🐎stead🇴 (@RealAbyan) 30 Desember 2025
Hari ini, kerumunan besar berkumpul di Las Anod, ibu kota Negara Bagian Somalia Timur Laut 🇸🇴 untuk berdemonstrasi dan menolak pengakuan sepihak Israel terhadap wilayah separatis yang dikenal sebagai “Somaliland” di barat laut Somalia.
Para pengunjuk rasa… pic.twitter.com/oEZYd8kehT
Aksi protes tersebut bertujuan untuk menyatakan dukungan kuat rakyat terhadap perlindungan persatuan nasional dan integritas wilayah Somalia. Para peserta menegaskan bahwa Somaliland tetap merupakan bagian yang tak terpisahkan dari negara tersebut.
Aksi unjukConsistency tersebut dihadiri oleh pejabat pemerintah pusat dan daerah, serta sejumlah besar mahasiswa.
Para pengunjuk rasa dengan suara bulat mengutuk semua bentuk hubungan politik atau diplomatik dengan Israel yang terkait dengan Somaliland, dan juga menentang separatisme.

Pada tanggal 26 Desember, Israel menjadi negara pertama di dunia yang secara resmi mengakui Somaliland sebagai negara berdaulat, sebuah langkah yang segera menuai kritik dari Somalia dan beberapa negara lainnya.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pemerintahnya akan mempromosikan kerja sama dengan Somaliland di berbagai bidang seperti pertanian, kesehatan, teknologi, dan ekonomi.
Selama protes, orang-orang meneriakkan slogan-slogan menentang Israel dan memperingatkan terhadap upaya untuk memecah belah Somalia, menegaskan penolakan tegas mereka terhadap separatisme.
Protes tersebut terjadi di tengah meningkatnya upaya diplomatik para pejabat senior Somalia di tingkat internasional untuk mengutuk keputusan Israel, dengan alasan bahwa itu adalah langkah provokatif yang berisiko meningkatkan ketegangan regional dan merusak kedaulatan serta persatuan politik Somalia.
Sumber: https://congluan.vn/nguoi-dan-somalia-bieu-tinh-phan-doi-viec-israel-cong-nhan-somaliland-10324947.html






Komentar (0)