Richard Slayman, orang pertama yang menerima transplantasi ginjal babi hasil rekayasa genetika, tampak dalam foto ini (NBC News).
MenurutACB News pada 12 Mei, Richard Slayman, orang pertama yang menerima transplantasi ginjal babi hasil rekayasa genetika pada bulan Maret lalu, telah meninggal dunia secara mendadak.
Dalam sebuah pernyataan pada tanggal 11 Mei, tim transplantasi di Massachusetts General Hospital mengatakan bahwa mereka sangat sedih atas meninggalnya Slayman dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarganya.
Pihak rumah sakit juga menekankan bahwa tidak ada indikasi bahwa kematian Tuan Slayman disebabkan oleh transplantasi tersebut. Ia dilaporkan dipulangkan dari rumah sakit sekitar dua minggu setelah operasi yang sukses.
Sebelumnya, pria berusia 62 tahun ini telah menderita diabetes tipe 2 dan tekanan darah tinggi selama bertahun-tahun. Ia menjalani dialisis selama bertahun-tahun sebelum menerima transplantasi ginjal pada tahun 2018.
Namun, karena menderita diabetes dan tekanan darah tinggi, ginjalnya mulai menunjukkan tanda-tanda gagal fungsi lima tahun setelah transplantasi, sehingga ia terpaksa kembali menjalani dialisis pada Mei 2023.
Ginjal babi tersebut dipasok oleh eGenesis, sebuah perusahaan farmasi yang berbasis di Cambridge, Massachusetts. Menurut pihak rumah sakit, gen babi yang berbahaya telah dihilangkan dan beberapa gen manusia ditambahkan untuk meningkatkan kompatibilitasnya dengan penerima.
Dalam sebuah pernyataan, keluarga Bapak Slayman mengucapkan terima kasih kepada para dokter dan staf yang merawatnya di Rumah Sakit Umum Massachusetts.
Pernyataan itu berbunyi: "Upaya luar biasa para dokter dalam melakukan transplantasi ginjal memberi keluarga kami tujuh minggu lagi bersama Richard. Kenangan akan waktu itu akan selamanya tetap terukir dalam pikiran dan hati kami."
Keluarga Slayman juga mengungkapkan bahwa salah satu alasan Slayman menjalani transplantasi adalah untuk memberikan harapan kepada ribuan orang lain.
"Richard berhasil mencapai tujuan itu, dan harapan serta optimismenya akan terus hidup selamanya. Warisannya akan menjadi inspirasi bagi pasien, peneliti, dan profesional perawatan kesehatan di mana pun," ungkap keluarga almarhum.
Sumber: https://tuoitre.vn/nguoi-duoc-ghep-than-heo-chinh-sua-gene-da-qua-doi-2024051215193654.htm








Komentar (0)