Di sore hari, anak-anak bersepeda mengelilingi desa, para lansia berjalan-jalan santai, dan tawa bergema di lanskap dataran tinggi yang tenang. Hanya sedikit yang tahu bahwa, untuk membangun jalan ini, seorang pria dari kelompok etnis Ede diam-diam menyumbangkan tanahnya dan terus-menerus pergi dari rumah ke rumah membujuk penduduk desa untuk ikut serta – pria itu adalah Ae Thiem (Tuan Y To Byă), seorang tokoh yang dihormati di desa Ea Mdhar 1A yang hingga kini masih dipercaya oleh penduduk desa.
![]() |
| Para pejabat dari Departemen Kebudayaan dan Urusan Sosial komune Ea Nuôl mengunjungi dan mendengarkan Ae Thiêm berbagi kenangan dari pekerjaan sosialnya. |
Lahir pada tahun 1959, Ae Thiêm tumbuh di masa pergolakan besar di desanya. Sejak akhir tahun 1970-an, ia bergabung dengan milisi, bekerja langsung dengan penduduk desa untuk menjaga keamanan lokal dan memburu FULRO.
Pada tahun-tahun berikutnya, ia terus terlibat dalam pekerjaan keamanan akar rumput sebagai seorang petugas polisi, kemudian menjabat sebagai Sekretaris Persatuan Pemuda komune dan Wakil Kepala Kepolisian Komune, yang bertanggung jawab atas pengelolaan pendaftaran rumah tangga.
Ketika ia dikirim untuk belajar teori politik tingkat menengah (pada tahun 1994), dan kemudian memegang posisi seperti Ketua Komite Front Tanah Air Vietnam di komune Ea Nuôl, dan kemudian Wakil Sekretaris Komite Partai di komune Ea Nuôl (2013-2019), Ae Thiêm mempertahankan gaya kerjanya yang sudah dikenal: dekat dengan rakyat dan mengandalkan mereka untuk menyelesaikan masalah di tingkat akar rumput. Baginya, mobilisasi bukan hanya tentang menjelaskan sesuatu agar rakyat mengerti, tetapi tentang mendapatkan kepercayaan mereka.
![]() |
| Kepala desa Ea Mdhar 1A, Ibu H Hara Mlô, secara rutin bertemu dan bertukar pikiran untuk belajar dari pengalaman Ae Thiêm. |
Bahkan setelah pensiun, Ae Thiêm belum meninggalkan desa. Ia terus berpartisipasi dalam Dewan Pengelolaan Mandiri Desa Ea Mdhar 1A dan juga bertanggung jawab atas Asosiasi Lansia di desa tersebut. Desa ini saat ini memiliki lebih dari 390 rumah tangga dengan 1.791 penduduk, di mana kelompok etnis Ede berjumlah sekitar 75%; terdapat 67 rumah tangga miskin dan 28 rumah tangga hampir miskin. Dalam konteks ini, peran tokoh yang dihormati seperti Ae Thiêm menjadi semakin penting dalam menjaga stabilitas di tingkat akar rumput.
Kisah donasi lahan untuk membangun jalan menuju sawah Cuôr Alai diceritakan oleh penduduk desa sebagai tonggak perubahan. Ketika program pembangunan pedesaan baru diimplementasikan, perluasan jalan utama menghadapi banyak kendala karena lahan merupakan alat produksi yang berharga. Ae Thiêm tidak hanya membujuk dengan kata-kata kosong. Ia adalah orang pertama yang secara sukarela menyumbangkan sebagian lahan keluarganya, kemudian dengan sabar pergi ke setiap rumah, menjelaskan kepada penduduk desa manfaat jangka panjang dari jalan yang lebih lebar, memungkinkan kendaraan pertanian untuk mencapai sawah, dan memastikan anak-anak mereka dapat pergi ke sekolah tanpa terkena lumpur. Ketulusan penduduk desa ini menciptakan konsensus, dan jalan tersebut dibangun secara sukarela oleh masyarakat.
![]() |
| Bapak Y To Byă menceritakan hari-hari yang ia habiskan untuk berkampanye membujuk penduduk desa agar menyumbangkan tanah untuk pembangunan jalan. |
Ae Thiêm tidak hanya berkontribusi mengubah wajah pedesaan, tetapi ia juga dianggap sebagai "perisai" yang menjaga perdamaian di desa. Meskipun usianya sudah lanjut, ia tetap cerdas dan mahir dalam trik penipuan digital dan informasi berbahaya yang dapat memengaruhi penduduk desa. Di beranda rumah panggungnya, ia sering mengingatkan penduduk desa untuk waspada, menganalisis mana yang benar dan salah dengan cerita-cerita sederhana yang mudah dipahami, agar para lansia tidak tertipu dan kaum muda tidak tersesat.
Di sebuah desa yang mayoritas penduduknya adalah suku Ede, Ae Thiem juga merupakan mediator yang terpercaya. Mulai dari sengketa tanah hingga perselisihan dalam kehidupan sehari-hari, ia dengan sabar mendengarkan, menggabungkan hukum dan adat untuk menganalisis situasi dengan akal sehat dan pengertian. Berkat upaya kolektif masyarakat, termasuk peran gigih Ae Thiem, Ea Mdhar 1A telah menjaga keamanan dan ketertiban selama bertahun-tahun, dengan lebih dari 90% rumah tangga meraih gelar "Keluarga Berbudaya Maju," dan kehidupan materi serta spiritual masyarakat terus meningkat.
![]() |
| Desa Ea Mdhar 1A semakin makmur. |
Berbicara tentang Ae Thiêm, kepala desa Ea Mdhar 1A, Ibu H Hara Mlô, mengatakan bahwa bagi para pejabat muda, pekerjaan di desa tidak lepas dari kesulitan, tetapi dengan bantuannya, memobilisasi masyarakat dan menyelesaikan masalah yang muncul menjadi lebih mudah.
Sumber: https://baodaklak.vn/xa-hoi/202512/nguoi-giu-binh-yen-o-buon-ea-mdhar-1a-4060e32/










Komentar (0)