
Tidak hanya sebagai "harta karun hidup" budaya nasional, Seniman Berprestasi Duong Lai juga merupakan tokoh yang dihormati karena berkontribusi dalam menyebarkan gaya hidup yang indah dan semangat pembangunan ekonomi di masyarakat.
Di rumah panggung sederhana di desa Tak Kot, gong, gendang, simbal, seruling, dan alat musik lainnya digantung dan disusun rapi, seperti "museum mini." Setiap artefak menceritakan sebuah kisah, sebuah kenangan yang telah dikumpulkan dengan susah payah oleh Bapak Lai selama bertahun-tahun.
Dengan perlahan memperkenalkan setiap barang, ia berbicara tentang gendang yang telah menemaninya melalui berbagai festival, keranjang yang merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat Co, dan seperangkat gong yang ternoda oleh berjalannya waktu. Baginya, ini adalah jiwa dan adat istiadat desanya.
Ketika genderang ditabuh di bawah tangan kasar Tuan Lai, ruangan itu seolah menjadi sunyi. Iramanya, terkadang lambat dan santai, terkadang cepat dan intens, membangkitkan suasana meriah festival kuno di hutan yang luas. Pada saat itu, masa lalu dan masa kini tampak terhubung oleh suara yang sarat emosi ini.
Setelah sebelumnya bekerja sebagai petugas kebudayaan di bekas distrik Bac Tra My, ia sangat memahami nilai-nilai spiritual masyarakat Co. Menghadapi ancaman hilangnya budaya tradisional mereka, Bapak Lai tidak menyia-nyiakan upaya apa pun, berkeliling desa untuk mengumpulkan dan memulihkan alat musik dan artefak kuno.
Pada saat yang sama, ia terus-menerus mengajar generasi muda, membantu mereka secara bertahap menemukan kembali kecintaan mereka terhadap budaya etnis mereka. Berkat upaya ini, banyak anak muda di wilayah tersebut telah bergabung dengan kelompok seni pertunjukan, berkontribusi untuk menjaga agar suara gong dan tarian tradisional tetap bergema di festival dan acara budaya.
Pengrajin Terkemuka Duong Lai adalah sosok yang dihormati dan patut dicontoh di masyarakat setempat. Dengan pemahaman mendalamnya tentang adat istiadat setempat, ia secara konsisten berperan sebagai jembatan, secara efektif menyampaikan kebijakan dan pedoman kepada masyarakat.
Ia secara teratur berpartisipasi dalam pertemuan-pertemuan desa, mendorong orang-orang untuk mengubah pola pikir mereka, meninggalkan kebiasaan-kebiasaan kuno, dan membangun kehidupan yang beradab. Kata-katanya sederhana namun persuasif karena ia sendiri telah memberi contoh.

Selain melestarikan alat musik, Bapak Lai juga sangat menyukai tenun tradisional. Mulai dari memilih bambu dan membelahnya hingga teknik menenun, beliau dengan teliti mengajarkan generasi muda di desa tersebut. Setiap keranjang dan tas mencerminkan keterampilan dan kehalusan pembuatnya.
Dalam hal pembangunan ekonomi, ia juga seorang pelopor. Keluarganya memiliki 5 hektar hutan akasia, perkebunan kayu manis, dan berbagai pohon buah-buahan; dikombinasikan dengan budidaya ikan dan peternakan, ini menghasilkan pendapatan tetap lebih dari 400 juta VND per tahun.
Berdasarkan modelnya, Bapak Lai secara aktif berbagi pengalamannya dan membimbing masyarakat setempat dalam mengubah metode produksi mereka agar sesuai dengan kondisi lokal. Akibatnya, banyak keluarga yang keluar dari kemiskinan dan kehidupan mereka menjadi lebih stabil. "Untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat, Anda harus memberi contoh dan melakukannya secara efektif," katanya.
Sumber: https://baodanang.vn/nguoi-giu-hon-van-hoa-co-3332575.html






Komentar (0)