
Individu yang kelebihan berat badan dan obesitas harus berhati-hati saat berpartisipasi dalam olahraga intensitas tinggi - Foto: AI
Ketika orang yang kelebihan berat badan lebih memilih olahraga intensitas tinggi
Dalam beberapa tahun terakhir, lapangan mini-sepak bola dan futsal telah menjadi tempat nongkrong populer bagi para pekerja kantoran, yang banyak di antaranya kelebihan berat badan atau obesitas. Mereka pergi ke lapangan dengan harapan dapat menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan, tetapi tanpa disadari malah memberi tekanan berlebihan pada tubuh mereka.
Peningkatan berat badan membuat setiap langkah, belokan, atau benturan menjadi tantangan bagi sistem muskuloskeletal. Ketika berat badan melebihi berat ideal, tekanan pada sendi lutut dan tulang belakang dapat meningkat 3-4 kali lipat dibandingkan dengan orang normal.
Aktivitas fisik yang berat, terutama dalam lingkungan kompetitif seperti futsal, dapat menyebabkan cedera ligamen, degenerasi sendi, atau patah tulang. Selain itu, dalam banyak kasus, individu obesitas mungkin menghadapi gangguan kardiovaskular atau kolaps sirkulasi akibat pengeluaran energi yang berlebihan.
Hal yang mengkhawatirkan adalah banyak orang sering melewatkan periode adaptasi, memilih untuk "langsung berolahraga" setelah lama tidak aktif. Olahraga mendadak tidak memberi tubuh waktu untuk menyesuaikan diri, sehingga mudah menyebabkan dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit, atau nyeri otot yang berkepanjangan.
Sebagian orang, karena kelalaian, mengabaikan pemeriksaan kesehatan rutin, sehingga menimbulkan risiko yang berpotensi mengancam jiwa jika mereka memiliki kondisi kardiovaskular atau tekanan darah tinggi.
Tak dapat dipungkiri, olahraga menawarkan banyak manfaat fisik dan mental, tetapi manfaat tersebut hanya benar-benar bermakna jika dilakukan dengan benar. Tanpa rencana yang jelas, perjalanan menuju peningkatan kesehatan dapat dengan mudah berubah menjadi perlombaan berbahaya melawan tubuh sendiri.

Sepak bola adalah olahraga yang dicintai oleh banyak orang - Foto: NAM TRAN
Bagaimana seharusnya orang yang kelebihan berat badan berolahraga?
Menurut Dr. Do Huu Luong, Kepala Departemen Kedokteran Olahraga ( Rumah Sakit Militer 175 ), hal terpenting sebelum memulai adalah pemeriksaan kesehatan. Orang dengan BMI antara 35-40 perlu diperiksa secara menyeluruh untuk mengetahui kondisi yang mendasarinya seperti penyakit kardiovaskular, pernapasan, tekanan darah, atau diabetes.
Memahami status kesehatan seseorang membantu individu memilih olahraga yang sesuai dan menghindari risiko selama berolahraga. Alih-alih langsung terjun ke olahraga kontak fisik, dokter menganjurkan individu yang kelebihan berat badan untuk memulai dengan olahraga ringan seperti berjalan kaki, aerobik, bersepeda, atau berenang.
Aktivitas-aktivitas ini membantu tubuh secara bertahap beradaptasi dengan gerakan, mengurangi tekanan pada persendian, dan tetap efektif dalam menurunkan berat badan. Selama 8 minggu pertama, menjaga jadwal rutin 4-6 sesi per minggu, masing-masing berlangsung 15-30 menit, akan membantu tubuh beradaptasi dengan aman.
Setelah terbiasa dengan intensitas latihan, peserta pelatihan dapat bergantian antara sesi sepak bola singkat, sekitar 10-15 menit, diikuti dengan istirahat yang cukup. Mulai minggu ke-5 hingga ke-8, durasi dapat ditingkatkan menjadi 20-25 menit per sesi, tetapi penting untuk sering melakukan pergantian pemain untuk menghindari kelelahan berlebihan.
Peningkatan aktivitas fisik apa pun harus didasarkan pada apa yang dirasakan tubuh Anda; Anda tidak boleh memaksakan diri melebihi batas kemampuan Anda.
Selain olahraga, nutrisi memainkan peran penting. Banyak orang berpikir bahwa hanya dengan banyak berolahraga dan makan lebih sedikit akan menyebabkan penurunan berat badan, tetapi ini adalah kesalahpahaman. Individu yang obesitas menghabiskan banyak energi untuk mempertahankan jaringan lemak, sehingga kekurangan nutrisi yang tepat dapat dengan mudah menyebabkan kelelahan, hipoglikemia, atau ketidakseimbangan elektrolit.
Pola makan yang tepat perlu memastikan asupan energi yang cukup, terutama air dan mineral. Mengonsumsi suplemen protein, mengurangi lemak jenuh, dan membatasi karbohidrat olahan membantu menjaga daya tahan tubuh tanpa menyebabkan penambahan berat badan kembali. Lebih penting lagi, para pelaku olahraga harus mendengarkan tubuh mereka dan berhenti ketika mereka merasakan tanda-tanda yang tidak biasa seperti sesak napas, nyeri dada, atau pusing.
Dr. Luong juga menekankan bahwa olahraga adalah cara yang tepat untuk menurunkan berat badan, tetapi metode ini harus digunakan secara efektif dan tanpa berlebihan. Di sisi lain, ketekunan dan pendekatan ilmiah adalah kunci untuk membantu individu yang kelebihan berat badan mencapai tujuan penurunan berat badan mereka dengan aman dan menghindari kecelakaan yang tidak diinginkan.
Sumber: https://tuoitre.vn/nguoi-thua-can-beo-phi-co-nen-choi-da-bong-20251007152624257.htm






Komentar (0)