
Masyarakat di Thanh Hoa secara bertahap beralih menggunakan bahan bakar bioetanol E10 sebagai bagian dari peta jalan transisi energi hijau.
Salah satu manifestasi yang paling jelas adalah tren penggunaan peralatan rumah tangga hemat energi. Jika sebelumnya sebagian besar konsumen memilih produk berdasarkan harga, kini kriteria seperti efisiensi energi, daya tahan, dan biaya operasional jangka panjang semakin penting. Produk yang menggunakan teknologi inverter, pencahayaan LED, dan peralatan rumah pintar menjadi pilihan populer di banyak rumah tangga.
Ibu Nguyen Thi Lan, dari kelurahan Hac Thanh, mengatakan: "Sebelumnya, keluarga saya memprioritaskan peralatan rumah tangga berbiaya rendah untuk mengurangi biaya investasi awal. Namun, setelah beralih ke AC inverter dan mengganti seluruh sistem penerangan dengan lampu LED, konsumsi listrik menurun secara signifikan. Awalnya, saya mengira ini hanya solusi untuk menghemat tagihan listrik, tetapi setelah menggunakannya beberapa waktu, saya menyadari manfaat yang lebih besar: peralatan beroperasi stabil, memiliki umur pakai yang panjang, dan menghemat biaya dalam jangka panjang. Hal ini membuat keluarga saya bersedia berinvestasi pada produk yang lebih hemat energi," ujar Ibu Lan.
Seiring dengan perubahan konsumsi listrik rumah tangga, tren penggunaan transportasi ramah lingkungan juga berkembang pesat. Saat ini, jumlah sepeda motor listrik dan mobil listrik semakin meningkat. Investasi dalam perluasan infrastruktur stasiun pengisian daya, bersamaan dengan peningkatan teknologi baterai, telah membantu secara bertahap mengatasi keraguan konsumen.
Bapak Le Van Hung, dari kelurahan Quang Phu, mengatakan: "Keluarga saya telah menggunakan mobil listrik selama lebih dari setahun. Setelah mencobanya, kami menemukan bahwa biaya operasionalnya rendah, tetapi yang lebih penting, kendaraan ramah lingkungan akan semakin populer di masa depan. Melakukan perubahan lebih awal membantu kita beradaptasi lebih cepat dan berkontribusi untuk mengurangi dampak lingkungan kita."
Selain perubahan pilihan transportasi, konsumen kini lebih tertarik pada sumber energi bersih dan bahan bakar ramah lingkungan. Secara khusus, peluncuran bahan bakar bioetanol E10 secara nasional mulai 1 Juni 2026 menarik perhatian yang cukup besar. Menurut peta jalan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan , bensin tanpa timbal akan dicampur dengan E10 untuk digunakan pada mesin bensin di seluruh negeri, berkontribusi pada pengurangan emisi dan pencapaian tujuan transisi energi nasional.
Di banyak daerah di seluruh provinsi, konsumen secara proaktif mencari informasi tentang jenis bahan bakar baru ini. Bapak Nguyen Van Thanh, dari komune Quang Chinh, mengatakan: “Awalnya, saya khawatir karena ini jenis bahan bakar baru. Namun, setelah mempelajarinya dari pihak berwenang dan produsen, saya menyadari bahwa ini adalah tren yang tak terhindarkan. Yang penting adalah kualitas bahan bakar harus dikontrol secara ketat agar masyarakat dapat menggunakannya dengan tenang.”
Sementara itu, Ibu Le Thi Huong dari komune Hoang Hoa percaya bahwa penggunaan bahan bakar ramah lingkungan adalah tanggung jawab bersama dalam konteks lingkungan yang menghadapi banyak tekanan. “Konsumen sekarang tidak hanya peduli dengan harga tetapi juga apakah produk tersebut ramah lingkungan. Jika bensin E10 menjamin kualitas dan berkontribusi mengurangi emisi, maka saya bersedia menggunakannya,” ujar Ibu Huong.
Menurut Kementerian Perindustrian dan Perdagangan, transisi energi bukan hanya urusan bisnis atau lembaga pengatur, tetapi sangat bergantung pada perubahan perilaku konsumsi masyarakat. Baru-baru ini, Kementerian telah meningkatkan upaya untuk mempromosikan konservasi dan efisiensi energi; mendorong penerapan peralatan hemat energi, transportasi ramah lingkungan, dan solusi energi terbarukan. Mengenai bensin E10, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan juga meminta daerah untuk memperkuat komunikasi, pengawasan, dan inspeksi proses implementasi untuk memastikan pasokan yang stabil, kualitas bahan bakar, dan konsensus sosial.
Namun, transisi ke sumber energi baru masih menghadapi banyak tantangan. Biaya investasi awal untuk beberapa teknologi ramah lingkungan masih cukup tinggi; infrastruktur untuk kendaraan listrik dan energi terbarukan belum sinkron; dan sebagian orang masih ragu-ragu terhadap produk baru karena kurangnya informasi atau akses yang terbatas terhadapnya dalam praktik.
Meskipun demikian, tren konsumsi energi hijau diprediksi akan terus tumbuh pesat di masa mendatang. Seiring meningkatnya kesadaran akan penghematan energi, perlindungan lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan, konsumen akan memainkan peran yang lebih penting dalam proses transisi energi. Mulai dari memilih peralatan hemat energi, menggunakan transportasi ramah lingkungan, atau beralih ke bahan bakar yang ramah lingkungan, setiap perubahan kecil dalam perilaku konsumen berkontribusi untuk mempercepat dan mempertahankan transisi energi. Di Thanh Hoa, perubahan kesadaran dan tindakan masyarakat menunjukkan bahwa energi hijau bukan lagi cerita masa depan tetapi telah menjadi bagian dari kehidupan saat ini.
Teks dan foto: Chi Pham
Sumber: https://baothanhhoa.vn/nguoi-tieu-dung-thay-doi-de-thich-ung-nang-luong-moi-291861.htm









