Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Provinsi, dari awal tahun 2026 hingga saat ini, provinsi tersebut mencatat 2 kematian akibat rabies, meningkat 2 kasus dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025. Sektor kesehatan menyatakan bahwa rabies memiliki tingkat kematian hampir 100% setelah penyakit tersebut berkembang.
Menurut Dr. Le Thi Thang, Wakil Kepala Departemen Penyakit Menular di CDC provinsi, situasi rabies saat ini memerlukan perhatian khusus, terutama terkait anjing dan kucing yang belum sepenuhnya divaksinasi terhadap rabies, dan anjing yang dibiarkan berkeliaran bebas di tempat umum.
Rabies adalah penyakit menular yang sangat berbahaya, dengan tingkat kematian hampir 100% setelah penyakit ini berkembang. Virus rabies terutama ditularkan melalui gigitan, cakaran, atau ketika air liur hewan yang terinfeksi bersentuhan dengan luka terbuka, selaput lendir mata, mulut, atau hidung. Namun, penyakit ini sepenuhnya dapat dicegah dengan perawatan luka yang tepat dan vaksinasi tepat waktu setelah terpapar.
Risiko infeksi rabies saat ini meningkat. Di CDC provinsi, jumlah orang yang mencari vaksinasi rabies karena gigitan hewan, terutama anjing, telah meningkat. Masyarakat perlu mengawasi hewan peliharaan mereka dengan ketat, tidak membiarkan anjing dan kucing berkeliaran bebas, dan memvaksinasi mereka setiap tahun. Jika digigit atau dicakar, bersihkan luka secara menyeluruh dengan sabun di bawah air mengalir dan segera pergi ke fasilitas medis untuk mendapatkan saran, vaksinasi, dan serum anti-rabies jika diperlukan. Masyarakat sangat disarankan untuk tidak mengobati sendiri atau menggunakan pengobatan tradisional.
SUNGAI BULAN
Sumber: https://baovinhlong.com.vn/xa-hoi/y-te/202606/nguy-co-lay-nhiem-benh-dai-tang-54e4c6b/








Komentar (0)