Dehidrasi, kekurangan seng, kebersihan mulut yang buruk, dan refluks gastroesofageal dapat menyebabkan rasa asam di mulut, yang mengakibatkan ketidaknyamanan.
Rasa asam di mulut juga dapat disebabkan oleh sejumlah kondisi kesehatan yang berbeda. Berikut adalah beberapa penyebab umum.
Dehidrasi
Dehidrasi menyebabkan kekeringan di mulut dan tenggorokan, yang mengakibatkan perubahan rasa. Menurut American Academy of Otolaryngology and Head and Neck Surgery, air liur merangsang reseptor rasa di lidah. Terlalu sedikit air liur dapat mengubah persepsi rasa, membuat semuanya terasa asam.
Orang dewasa sebaiknya minum setidaknya 6 gelas air sehari untuk meningkatkan hidrasi tubuh dan mengurangi ketidaknyamanan ini.
Infeksi
Saat Anda terkena flu atau infeksi sinus, tubuh Anda secara otomatis memproduksi berbagai protein yang memengaruhi rasa dan menyebabkan rasa pahit atau asam. Cuci tangan Anda sesering mungkin dan jaga agar tubuh tetap hangat, terutama selama musim hujan atau dingin. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut Anda.
Merokok
Merokok merusak paru-paru, membuat gigi kuning, menyebabkan bau mulut, dan mengurangi rasa, meninggalkan sensasi asam dan tidak menyenangkan di mulut. Satu-satunya cara untuk memperbaiki ini adalah dengan berhenti merokok.
Refluks gastroesofageal
Penyakit refluks gastroesofageal (GERD) terjadi ketika sfingter esofagus bagian bawah mengalami gangguan fungsi. Asam lambung naik kembali ke kerongkongan, mengiritasi lapisan kerongkongan dan menyebabkan gejala seperti rasa terbakar di dada, refluks asam, sensasi terbakar di tenggorokan, rasa pahit di mulut, sakit tenggorokan, batuk, bau mulut, dan sesak napas.
Pasien sebaiknya menerapkan perubahan gaya hidup sehat seperti makan perlahan, mengunyah dengan saksama, menghindari alkohol, tembakau, makanan pedas dan berlemak. Hindari mengenakan pakaian ketat, jangan berbaring setelah makan, dan tidur miring ke kiri untuk mengurangi refluks.
Rasa asam di mulut mengurangi kenikmatan makan. Foto: Freepik
Kebersihan mulut yang buruk
Tidak menyikat gigi dan membersihkan sela-sela gigi secara teratur dapat dengan mudah menyebabkan sisa makanan menumpuk di gigi, sehingga menimbulkan rasa tidak enak di mulut. Kebersihan mulut yang buruk juga dapat menyebabkan rasa asam di mulut.
Setiap orang sebaiknya menyikat gigi setidaknya dua kali sehari, menggunakan benang gigi setidaknya sekali sehari, dan melakukan pemeriksaan gigi secara teratur.
Perubahan hormonal
Rasa asam di mulut juga bisa berhubungan dengan hormon. Wanita selama menstruasi, kehamilan, atau menopause sering mengalami perubahan rasa. Wanita hamil mungkin mengalami rasa asam di mulut selama trimester pertama.
kekurangan seng
Kekurangan nutrisi dapat memengaruhi rasa. Kekurangan seng, khususnya, menyebabkan rasa asam setelah makan. Penyebab kekurangan seng meliputi diet rendah daging, ikan, dan makanan laut, penyakit hati, kolitis ulserativa, penggunaan diuretik, dan kemoterapi.
Usia
Indra kita berubah seiring bertambahnya usia, menyebabkan rasa makanan tidak lagi selezat sebelumnya, terkadang bahkan terasa asam.
Huyen My (Menurut Verywell Fit, Cleveland Clinic )
| Pembaca dapat mengajukan pertanyaan tentang penyakit telinga, hidung, dan tenggorokan di sini agar dijawab oleh dokter. |
Tautan sumber






Komentar (0)