Barcelona akan menjamu rival abadi mereka, Real Madrid, dalam pertandingan El Clásico spesial yang akan menentukan gelar La Liga musim 2024/25.
Saat ini, Barca memimpin klasemen dengan 79 poin, sementara Real Madrid berada di posisi kedua dengan selisih 4 poin.

Secara pribadi, El Clásico di putaran ke-35 La Liga juga merupakan pertarungan untuk menentukan gelar Pichichi (Pencetak Gol Terbanyak) antara Robert Lewandowski – yang saat ini memiliki 25 gol, dan Kylian Mbappe – pencetak 24 gol untuk Real Madrid.
Bagi Barca, selain tujuan untuk menang dan menaklukkan La Liga, El Clásico juga merupakan kesempatan untuk mengatasi kepedihan kekalahan melawan Inter Milan di semifinal Liga Champions.
Sementara itu, Real Madrid berupaya membalikkan keadaan dan merebut kejayaan dari rival mereka.
Ini bukan tugas mudah bagi Carlo Ancelotti dan timnya. Karena, dalam 36 tahun terakhir, belum ada pelatih Real Madrid yang mampu memenangkan dua gelar La Liga berturut-turut.
Dibandingkan dengan kekalahan melawan Inter, Hansi Flick kembali diperkuat Alejandro Balde. Namun, peluangnya untuk menjadi starter masih belum pasti.
Demikian pula, Lewandowski belum dalam kondisi fisik terbaiknya meskipun bermain beberapa menit melawan Inter. Hansi Flick berencana hanya menggunakan Balde dan Lewandowski di babak kedua, tergantung pada performa tim.
Di sayap kanan, Jules Kounde masih absen. Sebelumnya, Ronald Araujo adalah alternatifnya, tetapi Eric Garcia sekarang menjadi pilihan utama.
Kecuali terjadi sesuatu yang tak terduga, Hansi Flick akan mengulangi susunan pemain awalnya dari Milan, dengan Lamine Yamal, Ferran Torres, dan Raphinha di lini depan.
Ini akan menjadi El Clásico terakhir Ancelotti. Ia mempertimbangkan perubahan, dengan Arda Guler bermain di sayap kanan, menggantikan Rodrygo, yang telah mengecewakan sejak awal tahun.
Dengan enam pemain cedera, Ancelotti harus menggeser Tchouameni ke posisi bek tengah. Di lini tengah, Dani Ceballos dipertimbangkan untuk berpasangan dengan Federico Valverde.

Kekhawatiran Real Madrid terletak di sisi sayap: Lucas Vazquez harus berhadapan dengan Raphinha, sementara Fran Garcia akan kesulitan menjaga Lamine Yamal.
Real Madrid harus mengimbangi kelemahan pertahanan dengan kekuatan serangan. Ancelotti meminta para penyerang untuk mendukung pertahanan, sekaligus mengharapkan mereka bersinar bersama: Kylian Mbappe (8 gol) dan Vinicius (7) telah mencetak 15 gol melawan lawan asal Catalan dalam karier mereka.
Pertandingan El Clasico di Montjuic berlangsung sengit. Barca memiliki keunggulan, tetapi Real Madrid masih bisa mengincar satu poin, yang berarti La Liga belum berakhir.
Memaksa:
Barca: Kounde dan Bernal cedera.
Real Madrid: Rudiger, Alaba, Mendy, Carvajal, Militao, dan Camavinga cedera.
Susunan pemain yang diprediksi:
Barca (4-2-3-1): Szczesny; Eric Garcia, Cubarsi, Inigo Martinez, Gerard Martin; De Jong, Pedri; Lamine Yamal, Dani Olmo, Raphinha; Ferran Torres.
Real Madrid (4-2-3-1): Courtois; Lucas Vazquez, Tchouameni, Asencio, Fran Garcia; Valverde, Ceballos; Arda Guler, Bellingham, Vinicius dan Mbappe.
Peluang pertandingan: Barca -1/2 gol handicap
Total gol: 3 3/4
Prediksi: 2-2 .
Sumber: https://vietnamnet.vn/nhan-dinh-bong-da-barca-vs-real-madrid-vong-35-la-liga-2399887.html







Komentar (0)