Mulai awal November, Kedutaan Besar Jepang di Hanoi dan Konsulat Jenderal di Kota Ho Chi Minh akan menerbitkan e-visa untuk kelompok wisatawan Vietnam.
Menurut pengumuman di situs web Kedutaan Besar Jepang di Vietnam pada 2 Oktober, jenis visa yang diterbitkan secara elektronik adalah untuk kunjungan singkat, sekali masuk untuk tujuan wisata dalam jangka waktu 15 hari, dan hanya diterbitkan bagi pemegang paspor Vietnam yang berdomisili di Vietnam. Penerbitan visa elektronik telah mulai diterapkan secara bertahap di kalangan perusahaan perjalanan yang ditunjuk untuk menyelenggarakan paket wisata.
Kuil Daigo-ji di Kyoto pada musim gugur. Foto: Noppawat
Seorang sumber dari Organisasi Pariwisata Nasional Jepang (JNTO) di Vietnam mengatakan kepada VnExpress bahwa kebijakan baru ini awalnya tidak berlaku untuk pelancong independen, tetapi diterapkan pada perusahaan resmi, dan kemudian pada perusahaan yang ditunjuk. Perusahaan yang ditunjuk hanya dapat mengajukan visa untuk rombongan wisata, sementara perusahaan resmi dapat menerima aplikasi untuk berbagai tujuan selain pariwisata, seperti perjalanan bisnis dan studi di luar negeri. "Perusahaan resmi biasanya juga merupakan perusahaan yang ditunjuk," ujar seorang sumber dari JNTO.
Pemohon visa wajib menunjukkan "Pemberitahuan Penerbitan Visa" di bandara yang ditampilkan di layar ponsel, iPad, atau perangkat lain yang terhubung ke internet. Data PDF, tangkapan layar, atau salinan cetak tidak diterima.
Menurut JNTO, dengan 397.000 kedatangan dalam 8 bulan pertama tahun ini, Vietnam merupakan salah satu dari 7 pasar terbesar yang mengirimkan wisatawan ke Jepang. Menanggapi VnExpress pada 27 September, kepala perwakilan JNTO di Vietnam, Yoshida Kenji, mengatakan bahwa Vietnam selalu dianggap sebagai pasar utama bagi pariwisata Jepang. Ia memperkirakan jumlah wisatawan Vietnam ke Jepang tahun ini akan melampaui rekor tahun 2019 (500.000 kedatangan).
Di sisi lain, Jepang juga merupakan salah satu pasar yang mengirimkan pengunjung terbanyak ke Vietnam, dengan lebih dari 414.000 kedatangan dalam 8 bulan pertama tahun ini, di belakang Korea Selatan, Cina daratan, dan Taiwan.
Ibu Vu Bich Hue, Kepala Komunikasi di Flamingo Redtours, mengatakan bahwa kebijakan baru ini memudahkan pengajuan visa grup. "Harga tur ke Jepang tahun ini lebih murah karena depresiasi yen, yang tentunya akan menarik lebih banyak wisatawan ke Jepang," ujar Ibu Hue.
Phuong Anh
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)