
Logo OpenAI. Foto: Reuters/VNA
Pada tanggal 12 Juni, OpenAI menerima surat panggilan dari Jaksa Agung New York, Letitia James, yang meminta dokumen terkait berbagai aktivitas dan dampaknya terhadap pengguna, termasuk periklanan, pola penggunaan dan retensi pengguna, serta pemrosesan data pengguna. Surat panggilan tersebut juga meminta informasi tentang aktivitas yang melibatkan anak di bawah umur dan lansia, model pembelajaran mendalam, dan kebijakan internal perusahaan.
Investigasi ini menyusul gugatan yang diajukan oleh negara bagian Florida terhadap OpenAI, yang menuduh adanya promosi menyesatkan mengenai keamanan platform ChatGPT miliknya. Ini adalah tantangan hukum terbaru bagi OpenAI pada saat perusahaan tersebut sedang mempersiapkan penawaran umum perdana (IPO) dengan valuasi hingga $1 triliun.
Seorang juru bicara OpenAI mengatakan bahwa perusahaan tersebut terus berupaya untuk membuat AI bermanfaat bagi masyarakat dengan cara yang aman dan bertanggung jawab. OpenAI menanggapi serius kekhawatiran yang disampaikan oleh jaksa agung negara bagian dan akan bekerja sama sepenuhnya dalam penyelidikan tersebut.
Dalam gugatan di Florida, ChatGPT dituduh membahayakan anak-anak dengan memberikan informasi kepada pelaku penembakan di sekolah, menawarkan instruksi untuk melukai diri sendiri, dan mempromosikan kecanduan di kalangan pengguna muda.
Seorang ibu asal Kanada juga menggugat OpenAI dan CEO-nya, Sam Altman, di pengadilan AS pada 11 Juni, dengan tuduhan bahwa ChatGPT mendorong putrinya untuk bunuh diri.
Menurut baotintuc.vn
Sumber: https://baophutho.vn/nhieu-bang-o-my-dieu-tra-openai-256083.htm








