• Lakukan reformasi administratif drastis sejak awal tahun.
  • Rencana utama reformasi administrasi negara pada periode 2026-2030
  • Pemerintahan digital: landasan reformasi administrasi.

Meningkatkan efisiensi operasional dan memperbaiki kualitas layanan.

Untuk menciptakan terobosan dalam reformasi administrasi, khususnya dalam reformasi prosedur administrasi, Ketua Komite Rakyat Provinsi mengarahkan pelaksanaan solusi dan inisiatif untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi lembaga administrasi negara serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga dan pelaku usaha.

Salah satu contoh utamanya adalah pengajuan Komite Rakyat Provinsi kepada Dewan Rakyat Provinsi untuk penerbitan Resolusi No. 05/2025/NQ-HĐND, tertanggal 22 September 2025, yang mengizinkan Ketua Komite Rakyat tingkat kecamatan dan desa untuk mendelegasikan 13 tugas di bidang notarisasi kepada pegawai negeri sipil di provinsi tersebut. Pada saat beban kerja sangat berat setelah penggabungan, penerbitan Resolusi No. 05 lebih awal membantu mengurangi beban kerja Ketua Komite Rakyat tingkat kecamatan dalam menerapkan model pemerintahan daerah dua tingkat, sekaligus menciptakan kondisi bagi pegawai negeri sipil profesional untuk mengembangkan kemampuan dan tanggung jawab mereka, meningkatkan profesionalisme di bidang notarisasi. Lebih jauh lagi, hal ini membantu mempersingkat waktu pemrosesan prosedur administrasi, meningkatkan kualitas layanan, dan menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi warga dan pelaku usaha dalam menjalankan prosedur.

Departemen Kehakiman menyediakan pelatihan tentang pelaksanaan prosedur administratif di luar batas administratif.

Bersamaan dengan itu, Komite Rakyat Provinsi mengeluarkan Keputusan No. 01/2025/QD-UBND, tertanggal 10 Januari 2025, yang mengatur proses peredaran dokumen untuk menentukan kewajiban keuangan terkait tanah di Provinsi Ca Mau . Secara khusus, koordinasi peredaran dokumen harus dilakukan secara teratur dan seragam sesuai dengan proses pertukaran informasi melalui sistem informasi elektronik. Hal ini memastikan bahwa prosedur administrasi terkait tanah diselesaikan dengan cepat, mudah, dan sesuai dengan hukum; membantu mempersingkat waktu pemrosesan prosedur administrasi terkait penentuan kewajiban keuangan terkait tanah, menciptakan kemudahan bagi warga dan pelaku usaha; meningkatkan transparansi, memudahkan masyarakat untuk melacak dan memeriksa kemajuan pemrosesan dokumen; meningkatkan efisiensi koordinasi antar instansi, berkontribusi pada percepatan reformasi administrasi...