|
Kemungkinan Iran tidak berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026 menarik perhatian besar dari komunitas sepak bola internasional. |
Tim-tim yang telah menarik diri dari Piala Dunia
Sejarah Piala Dunia mencatat beberapa contoh di mana tim-tim gagal lolos ke babak final meskipun telah mengamankan gelar juara turnamen, terutama karena perang, masalah politik, atau kesulitan organisasi.
Kasus penting pertama terjadi pada Piala Dunia 1938. Tim Austria telah lolos kualifikasi dan sedang bersiap untuk berpartisipasi dalam turnamen yang diadakan di Prancis.
Namun, setelah Anschluss, ketika Jerman mencaplok Austria pada Maret 1938, tim nasional Austria dibubarkan. Banyak pemain Austria kemudian dipindahkan ke tim nasional Jerman, dan kualifikasi Piala Dunia Austria dibatalkan.
Turnamen lain yang menyaksikan banyak tim mengundurkan diri adalah Piala Dunia 1950 di Brasil. Awalnya, FIFA merencanakan 16 tim untuk berpartisipasi, tetapi sejumlah tim memutuskan untuk tidak berkompetisi sebelum hari pembukaan.
Turki dan Skotlandia sama-sama lolos ke turnamen tersebut tetapi kemudian mengundurkan diri karena kesulitan keuangan dan perjalanan. India juga tidak berpartisipasi meskipun telah mendapatkan tempat. Akibatnya, Piala Dunia 1950 hanya diikuti oleh 13 tim.
Di zaman modern, kasus Yugoslavia sebelum Piala Dunia 1994 sering dikutip ketika membahas pengaruh politik terhadap sepak bola. Tim Yugoslavia lolos kualifikasi, tetapi sanksi internasional yang diberlakukan selama Perang Balkan mengecualikan mereka dari turnamen internasional yang diselenggarakan oleh FIFA dan UEFA.
Peristiwa seperti ini jarang terjadi dalam sejarah Piala Dunia. Sebuah tim yang lolos ke babak final tetapi tidak dapat berpartisipasi seringkali memiliki banyak konsekuensi terkait penjadwalan, penyelenggaraan turnamen, dan masalah hukum.
Oleh karena itu, jika Iran tidak lolos ke Piala Dunia 2026, itu akan menjadi kejadian langka dalam sepak bola dunia modern. Dalam hal ini, FIFA harus mempertimbangkan opsi untuk memastikan struktur turnamen tetap tidak terpengaruh.
Sumber: https://znews.vn/nhung-doi-tuyen-tung-rut-lui-khoi-world-cup-post1634185.html









Komentar (0)