Banyak wanita percaya bahwa hanya dengan membekukan sel telur mereka akan memberi mereka ketenangan pikiran karena mengetahui bahwa mereka dapat memiliki anak di usia berapa pun di masa depan.
- Mengapa semakin banyak wanita berusia 30-an memilih untuk membekukan sel telur mereka?
- Kesalahpahaman umum tentang pembekuan sel telur
- Mitos 1: Membekukan sel telur menjamin pembuahan.
- Mitos 2: Anda bisa menunggu hingga usia 45-50 tahun untuk memiliki anak.
- Mitos 3: Hanya menyimpan beberapa butir telur saja sudah cukup.
- Berapakah biaya yang terkait dengan pembekuan sel telur saat ini?
- Siapa yang sebaiknya mempertimbangkan untuk membekukan sel telurnya?
- Kapan ini harus dilakukan?
- Hal-hal yang perlu dilakukan sebelum mengambil keputusan
- 1. Menilai cadangan ovarium
- 3. Persiapan untuk kesehatan reproduksi
Pada kenyataannya, pembekuan sel telur bukanlah "asuransi reproduksi" mutlak dan tidak menjamin kehamilan saat dibutuhkan.
Kabar baiknya adalah membekukan sel telur pada usia yang tepat dapat membantu menjaga kesuburan dengan lebih baik daripada menunggu hingga usia 40 tahun untuk memikirkan menjadi seorang ibu.
Hal terpenting adalah memiliki pemahaman yang tepat tentang tingkat keberhasilan, biaya sebenarnya, dan keterbatasan teknologi ini sebelum mengambil keputusan.
Mengapa semakin banyak wanita berusia 30-an memilih untuk membekukan sel telur mereka?
Selama 10 tahun terakhir, pembekuan sel telur telah menjadi tren yang diminati banyak wanita di seluruh dunia .
Alasan umum meliputi:
- Saya belum menemukan pasangan hidup yang cocok.
- Saya ingin fokus mengembangkan karier saya.
- Belum siap menjadi seorang ibu.
- Kekhawatiran tentang penurunan angka kelahiran seiring bertambahnya usia.
- Persiapan untuk pengobatan kanker atau kondisi lain yang memengaruhi fungsi reproduksi.
Antara usia 30 dan 35 tahun, banyak wanita masih dalam kondisi kesehatan yang baik tetapi mulai lebih menyadari "jam biologis" mereka. Hal ini membuat banyak orang mempertimbangkan pembekuan sel telur sebagai rencana darurat untuk masa depan. Namun, ini juga saat di mana kesalahpahaman paling banyak muncul. Sel telur tidak menua di dalam freezer, tetapi tubuhlah yang menua. Inilah poin terpenting yang sering diabaikan banyak orang.

Pembekuan sel telur membantu menjaga kualitas sel telur pada saat pengambilan, tetapi tidak dapat mencegah proses penuaan alami tubuh wanita.
Ketika telur dibekukan menggunakan teknik vitrifikasi modern, kualitasnya hampir sepenuhnya terjaga dibandingkan dengan saat telur tersebut dipanen.
Artinya:
- Sel telur yang dibekukan pada usia 30 tahun masih mempertahankan "usia biologis" seseorang yang berusia 30 tahun.
- Sel telur yang dibekukan pada usia 38 tahun tetap mempertahankan "usia biologis" 38 tahun.
Dengan kata lain, waktu pengambilan telur lebih penting daripada waktu penggunaan telur tersebut.
Inilah mengapa pusat kesuburan sering menganggap usia wanita sebagai faktor terpenting dalam menentukan efektivitas pembekuan sel telur.
Kesalahpahaman umum tentang pembekuan sel telur
Mitos 1: Membekukan sel telur menjamin pembuahan.
Proses pembuahan dari sel telur beku melibatkan beberapa langkah:
- Mencair.
- Fertilisasi in vitro (IVF).
- Kultur embrio.
- Transfer embrio.
- Sarang tersebut berhasil dibangun.
- Kehamilan tersebut mencapai usia kehamilan penuh.
Setiap tahapan memiliki tingkat keberhasilannya masing-masing. Tidak semua sel telur beku akan menghasilkan bayi yang sehat.
Mitos 2: Anda bisa menunggu hingga usia 45-50 tahun untuk memiliki anak.
Sel telur dapat diawetkan dalam waktu lama. Namun, rahim, hormon, sistem kardiovaskular, dan kesehatan wanita secara keseluruhan terus menua seiring waktu.
Kehamilan di usia lanjut dapat meningkatkan risiko:
- Hipertensi gestasional.
- Diabetes gestasional.
- Kelahiran prematur.
- Komplikasi obstetri.
Mitos 3: Hanya menyimpan beberapa butir telur saja sudah cukup.
- Tidak semua telur dapat bertahan hidup setelah dicairkan.
- Tidak semua sel telur berhasil dibuahi.
- Tidak semua embrio berkembang secara normal.
Inilah mengapa dokter sering menyarankan jumlah sel telur yang ditargetkan daripada hanya berfokus pada satu prosedur pengambilan.

Para ahli merekomendasikan agar wanita menjalani penilaian menyeluruh terhadap cadangan ovarium mereka dan menerima konseling komprehensif sebelum memutuskan untuk membekukan sel telur mereka.
Berapakah biaya yang terkait dengan pembekuan sel telur saat ini?
Tergantung pada fasilitas perawatannya, biayanya dapat bervariasi. Biasanya, biaya tersebut meliputi:
- Pemeriksaan dan pengujian untuk menilai cadangan ovarium.
- Obat perangsang ovarium.
- Pengambilan telur.
- Bekukan telur.
- Biaya penyimpanan tahunan.
Di Vietnam, total biaya untuk satu siklus biasanya berkisar dari puluhan juta hingga lebih dari 100 juta VND, tergantung pada jumlah obat yang digunakan dan respons ovarium.
Ada juga biaya penyimpanan tahunan.
Siapa yang sebaiknya mempertimbangkan untuk membekukan sel telurnya?
- Wanita itu tidak berencana memiliki anak dalam beberapa tahun ke depan.
- Saya belum menemukan pasangan hidup yang cocok.
- Terdapat risiko penurunan cadangan ovarium.
- Dia memiliki riwayat keluarga yang mengalami menopause dini.
- Persiapan untuk pengobatan kanker.
- Untuk menjaga kesuburan selagi masih muda.
Kapan ini harus dilakukan?
| Usia | Kualitas telur |
|---|---|
| Di bawah 30 tahun | Sangat bagus |
| 30-34 | Bagus |
| 35-37 | Mulai berkurang |
| 38-40 | Pengurangan yang signifikan |
| Lebih dari 40 tahun | Penurunan tajam |
Ini bukan berarti wanita di atas 35 tahun tidak boleh membekukan sel telurnya. Namun, efektivitas dalam menjaga kesuburan umumnya lebih tinggi jika dilakukan lebih awal.
Hal-hal yang perlu dilakukan sebelum mengambil keputusan
1. Menilai cadangan ovarium
Yang harus dilakukan:
- AMH.
- Pemeriksaan USG untuk menghitung folikel ovarium sekunder.
- Pemeriksaan spesialis untuk teknologi reproduksi berbantuan
- Berapa lama saya ingin menunda memiliki bayi?
- Apakah saya mampu membayar penyimpanan jangka panjang?
- Apa yang bisa saya harapkan dari pembekuan sel telur saya?
3. Persiapan untuk kesehatan reproduksi
- Pertahankan berat badan yang sehat.
- DILARANG MEROKOK.
- Batasi konsumsi alkohol Anda.
- Tidurlah yang cukup.
- Kendalikan kondisi medis yang mendasarinya.
Nasihat
Pembekuan sel telur adalah alat untuk menjaga kesuburan, bukan jaminan kehamilan di masa depan. Wanita harus menerima konseling menyeluruh mengenai usia, cadangan ovarium, volume pengambilan sel telur yang diharapkan, tingkat keberhasilan aktual, dan biaya jangka panjang sebelum mengambil keputusan. Waktu ideal untuk mempertimbangkan pembekuan sel telur biasanya adalah ketika kualitas sel telur masih baik, daripada menunggu hingga kesuburan menurun secara signifikan.
Pembekuan sel telur menjadi pilihan yang semakin populer bagi wanita modern yang menginginkan kendali lebih besar atas perencanaan keluarga mereka. Namun, ini bukanlah "jaminan" kehamilan di masa depan.
Memahami usia biologis sel telur, tingkat keberhasilan sebenarnya, biaya, dan keterbatasan teknik ini akan membantu setiap individu membuat keputusan yang sesuai dengan keadaan pribadi dan tujuan reproduksi jangka panjang mereka.
Sumber: https://suckhoedoisong.vn/nhung-lam-tuong-ve-tru-dong-trung-169260615092945882.htm







