Dari kesulitan yang dialami para pekerja
Setelah bekerja di lini produksi lateks selama bertahun-tahun, Bui Van Tu, seorang pekerja di tim produksi lateks, selalu percaya bahwa setiap area yang memiliki kekurangan perlu diperbaiki.
"Karena saya banyak bekerja dan melakukan banyak koreksi, saya jadi memahami kesulitan yang muncul setiap hari. Di mana pun tim mengalami kesulitan atau ada risiko keselamatan, saya selalu menemukan cara untuk menyederhanakan prosesnya," ujar Tú.

Pada tahun 2022, selama proses produksi, ia memperhatikan bahwa para pekerja seringkali harus memanjat tangga setinggi hampir 2 meter untuk menarik rel filter keluar dari tangki transfer sanitasi. Rel filter tersebut panjang, berat, dan licin, sehingga pengoperasian tersebut berpotensi menjadi bahaya keselamatan kerja.
Berdasarkan pengalaman tersebut, ia meneliti dan memasang sistem derek untuk mengangkat dan menurunkan rel filter di tangki transfer. Alih-alih menggunakan tenaga manusia untuk menarik rel filter ke atas dan ke bawah, para pekerja hanya perlu mengoperasikan derek untuk memindahkan rel filter keluar untuk dibersihkan dan kemudian memasangnya kembali ke posisi kerja semula.
Solusi sederhana namun sangat efektif: mengurangi tenaga kerja, mempersingkat waktu pembersihan peralatan, dan yang lebih penting, meminimalkan risiko kecelakaan kerja.
"Sebelumnya, kami harus berdiri di platform tinggi untuk menarik rel filter yang berat dan berbahaya. Sekarang, kami hanya menekan tombol derek dan operasinya selesai, sehingga pekerjaan menjadi jauh lebih mudah bagi para pekerja," kata Bapak Tú.
Baginya, penghargaan terbesar bukanlah penghargaan itu sendiri, melainkan kenyataan bahwa rekan-rekannya memiliki kondisi kerja yang lebih aman dan nyaman setiap hari.
Nilai dari perubahan kecil
Sementara Bapak Bui Van Tu berfokus pada peningkatan teknis langsung di lini produksi, Bapak Pham Van Tien, kepala tim produksi karet, mencurahkan sebagian besar upayanya untuk mengoptimalkan proses produksi.
Setelah bekerja di pabrik selama hampir 20 tahun, memegang berbagai posisi, Bapak Tien memahami kesulitan yang dihadapi para pekerja selama proses produksi.


"Saya bekerja langsung dengan tim setiap hari, jadi saya tahu proses mana yang masih tidak efisien dan di mana perbaikan dapat dilakukan untuk membuat pekerjaan lebih efektif," katanya.
Salah satu inovasi pentingnya adalah solusi pemasangan ruang hisap tambahan dan kipas pendingin di ujung oven pengering lateks. Sebelumnya, suhu bal lateks setelah keluar dari oven sering kali melebihi 75 derajat Celcius, memaksa para pekerja untuk menunggu hingga dingin sebelum dapat melanjutkan pekerjaan, yang berdampak pada produktivitas dan kondisi kerja.
Setelah perbaikan, suhu lateks turun di bawah 50 derajat Celcius, memenuhi standar teknis. Para pekerja tidak perlu lagi menunggu terlalu lama, lingkungan kerja membaik, dan kualitas produk lebih konsisten.

Solusi ini membantu unit tersebut menghemat lebih dari 120 juta VND per tahun dengan mengurangi konsumsi listrik, meminimalkan kerusakan produk setelah penyimpanan, dan memangkas biaya tenaga kerja.
"Yang paling saya pedulikan adalah bagaimana membuat pekerjaan menjadi kurang berat bagi para pekerja, memastikan keselamatan mereka, dan menghasilkan produk dengan kualitas lebih tinggi," ujar Tiến.
Saat ini, baik Bapak Tú maupun Bapak Tiến terus mencari ide-ide baru untuk meningkatkan efisiensi produksi, terutama solusi yang berkaitan dengan transformasi digital dan peningkatan proses manajemen.
Di tengah lini pengolahan karet yang beroperasi siang dan malam, inovasi mereka mungkin bukan penemuan yang revolusioner, tetapi mereka berkontribusi pada perubahan yang paling praktis: membuat pekerjaan lebih aman bagi para pekerja, lebih mudah bagi mereka, dan lebih efisien bagi bisnis. Inilah juga nilai abadi yang diam-diam dibawa oleh para pekerja kreatif ini dari tempat mereka bekerja setiap hari.
Sumber: https://tienphong.vn/nhung-nguoi-go-kho-day-chuyen-san-xuat-post1848525.tpo








Komentar (0)