• Mengenai Hamlet 19/5...
  • "Mengenang Ayah di musim bunga flamboyan merah"
  • Komune Ho Thi Ky membangun 7 jembatan lalu lintas untuk merayakan ulang tahun Presiden Ho Chi Minh.

"Menyalakan lampu minyak" untuk membangun jalan menuju Kuil Paman Ho.

Sekitar 40 tahun yang lalu, di komune Chau Thoi – daerah pedesaan yang kaya akan tradisi revolusioner – kisah jalan menuju Kuil Peringatan Ho Chi Minh menjadi cerita yang mengharukan tentang kekuatan rakyat. Selama perang, penduduk Chau Thoi mengatasi bom dan peluru untuk membangun kuil; di masa damai, di tengah kesulitan periode subsidi, semangat itu sekali lagi menyala terang melalui inisiatif pembangunan jalan dari cabang Partai komune tersebut, yang hanya beranggotakan 13 orang.

Ibu Le Thi Dam (Ut Dan), mantan Sekretaris Komite Partai komune Chau Thoi, yang kini berusia 91 tahun, tak kuasa menahan rasa nostalgia saat mengenang masa-masa itu. Beliau menceritakan bahwa pada waktu itu, mesin-mesin modern masih di luar kemampuan sumber daya lokal; semuanya bergantung sepenuhnya pada kerja manual dan tekad yang teguh. Dengan tujuan menghubungkan jembatan berbentuk Y (pasar komune Chau Thoi sebelum penggabungan) ke Kuil Peringatan Ho Chi Minh, sebuah lokasi konstruksi besar didirikan. Tanpa mesin modern, para prajurit milisi komune seperti Bapak Ba Duong hanya menggunakan tali sutra dan benang untuk mengukur dan menentukan rute jalan yang panjangnya hampir 3 kilometer.

Perlombaan melawan waktu sangat intens selama musim kemarau yang keras. Setiap penduduk desa diberi target pembangunan jalan sepanjang 3 meter, sementara kader dan gerilyawan diberi target 1,5 meter. Citra Ibu Ut Dan, sekretaris Partai wanita yang sederhana, yang secara pribadi menyingsingkan lengan bajunya dan berlumuran debu dan pasir untuk membawa ember air sumur bagi penduduk desa menjadi sumber motivasi yang kuat. Filosofinya sederhana: "Tindakan lebih penting daripada kata-kata; jika Anda gigih dan bekerja bersama rakyat, mereka akan mempercayai dan mencintai Anda."

Di tengah malam yang gelap gulita selama era subsidi, lokasi konstruksi tidak pernah berhenti bekerja. Di bawah lampu minyak yang berkelap-kelip dan cahaya bulan yang miring, beberapa orang bekerja tanpa lelah, menggali tanah dan membawa karung-karung tanah. Keringat meresap ke dalam tanah yang gelap, mengubah parit drainase yang berkelok-kelok di sepanjang jalan menjadi bukti perpaduan antara cita-cita revolusioner dan perjuangan untuk bertahan hidup.

Jalan 19/5 (komune Chau Thoi) saat ini sedang dalam proses pelebaran.