
Korea Selatan menghadapi tekanan ganda akibat utang rumah tangga yang mencapai rekor tertinggi.
Imbal hasil obligasi Treasury AS 30 tahun telah melampaui 5%, mendorong kenaikan imbal hasil di Jepang, Inggris, Jerman, dan Korea Selatan. Selama sesi perdagangan 20 Mei, indeks KOSPI sempat turun lebih dari 3% karena kekhawatiran tentang meningkatnya biaya pembiayaan. Perlu dicatat, utang rumah tangga Korea Selatan mencapai hampir 1,99 triliun won pada akhir Maret, setara dengan sekitar 1,32 triliun dolar AS.
Para ahli meyakini tren ini mencerminkan pinjaman berlebihan untuk pembelian rumah, yang umumnya dikenal di Korea Selatan sebagai "yeongkkeul," serta investasi pasar saham dengan leverage. Pinjaman margin untuk perdagangan saham—indikator utama spekulasi pasar—kini telah melampaui 36 triliun won, level tertinggi yang pernah ada.
Dengan latar belakang ini, Bank Sentral Korea (BoK) telah memberi sinyal kemungkinan penyesuaian arah kebijakan moneternya. Wakil Gubernur BoK, Yoo Sang Dai, menyatakan bahwa akhir siklus penurunan suku bunga mungkin sudah dekat, dan bank sentral perlu mempertimbangkan kemungkinan menaikkan suku bunga lagi. Menurut perhitungan BoK, kenaikan suku bunga pinjaman sebesar 0,25 poin persentase dapat menyebabkan tambahan pembayaran bunga sebesar 3,2 triliun won per tahun bagi rumah tangga Korea Selatan.
Para ahli percaya bahwa, mengingat kemungkinan suku bunga global tetap tinggi untuk jangka waktu yang lama, baik rumah tangga maupun bisnis di Korea Selatan perlu lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan mereka. Kenaikan suku bunga tidak hanya meningkatkan beban utang individu tetapi juga menaikkan biaya modal bagi bisnis, sehingga berdampak pada investasi dan ekspansi produksi.
Selain itu, banyak pendapat menunjukkan bahwa pemerintah Korea Selatan perlu berhati-hati dengan rencana ekspansi fiskalnya mengingat sensitivitas pasar terhadap utang publik dan tekanan suku bunga. Menurut rencana tersebut, Korea Selatan akan menerbitkan obligasi pemerintah sekitar 110 triliun won tahun ini untuk menutupi defisit anggaran. Analis percaya bahwa jika pemerintah memberi sinyal bahwa mereka akan menggunakan pendapatan pajak tambahan untuk mengurangi skala penerbitan obligasi, ini dapat membantu meredakan kekhawatiran pasar tentang keberlanjutan fiskal jangka panjang.
Sumber: https://vtv.vn/no-ho-gia-dinh-tai-han-quoc-cao-ky-luc-100260520215534604.htm







Komentar (0)