Seorang gadis dengan minat yang besar pada sejarah.
Do Thi Hong Thi mengaku: “Ketika Kementerian Pendidikan dan Pelatihan mengumumkan kunci jawaban ujian, mengetahui bahwa saya telah meraih dua nilai sempurna 10 dalam Sejarah dan Bahasa Mandarin, saya merasa sangat bahagia dan bangga telah berhasil mencapai tujuan saya. Hasil ini juga sesuai dengan harapan saya, karena keduanya adalah mata pelajaran yang kuat dan saya selalu yakin akan unggul di dalamnya.”

Do Thi Hong Thi (ketiga dari kanan) pada upacara penghargaan nasional untuk siswa berprestasi dari Sekolah Menengah Kejuruan Hoang Le Kha.
Bagi banyak siswa, Sejarah sering dikaitkan dengan garis waktu yang padat dan peristiwa monumental yang sulit diingat. Tetapi bagi Thi, Sejarah adalah gairah besar yang dipupuk dan dikembangkan sejak masa sekolah menengahnya. Thi mengaku: “Ketika saya menyelami dunia Sejarah, saya menyadari bahwa itu bukanlah kata-kata kering atau angka-angka dingin dari masa lalu, tetapi aliran yang dinamis di mana momen-momen bersejarah tampaknya menyala kembali. Sejarah telah mengajari saya banyak pelajaran mendalam tentang kehidupan, tentang bagaimana bangsa kita telah bangkit dengan gigih setelah berbagai kesulitan, dan tentang kualitas mulia rakyatnya. Itulah mengapa saya mencintai dan sangat terikat pada mata pelajaran ini.”
Selain kecintaannya pada Sejarah, Thi juga sangat tertarik mempelajari Bahasa Mandarin – bahasa asing yang telah ia tekuni sejak kelas 6 SD. Menyadari bakat dan kepercayaan dirinya yang tinggi dalam meraih nilai tinggi, Thi secara proaktif memilih Bahasa Mandarin sebagai mata pelajaran ujian kelulusan SMA-nya .
“Saya senang belajar bahasa Mandarin karena selain memberi saya keterampilan baru untuk meningkatkan diri, bahasa ini juga merupakan ‘kunci’ yang membantu saya secara bertahap melangkah ke dunia luar dan memperluas wawasan saya. Lebih jauh lagi, dalam konteks saat ini, bahasa Mandarin merupakan keunggulan kompetitif yang besar di pasar kerja. Menguasai bahasa ini sejak dini adalah fondasi yang kokoh untuk masa depan saya,” ujar Thi.
Sebelum memasuki ujian kelulusan SMA tahun 2026, basis pengetahuan Thi sangat solid, dengan konsisten meraih banyak prestasi: Juara pertama dalam kompetisi Sejarah tingkat provinsi untuk siswa berbakat tahun ajaran 2025-2026, Juara kedua dalam kompetisi Sejarah tingkat nasional untuk siswa berbakat tahun ajaran 2025-2026, dan lulus ujian kemampuan bahasa Mandarin HSK 6 (tingkat tertinggi dalam sistem HSK 6) pada tahun 2026.
Mendorong semangat belajar mandiri
Untuk meraih "buah manis" tersebut, Thi mengembangkan metode pembelajaran yang ilmiah dan konsisten untuk dirinya sendiri. Prinsip inti Thi adalah selalu memahami secara mendalam esensi, cerita, dan faktor pendorong di balik setiap peristiwa, sehingga dapat menguraikan semua pertanyaannya sendiri.
Dengan menerapkan prinsip ini pada Sejarah, Thi dapat mendekati masalah secara sistematis dan logis. Metode pembelajaran ini membantu Thi menyerap pengetahuan dengan cepat, menghubungkan isu-isu secara koheren, dan mengubah pembelajaran Sejarah menjadi perjalanan penemuan hal-hal yang belum diketahui, sehingga mempertahankan semangatnya.

Do Thi Hong Thi
Melalui pembelajaran mandiri yang gigih sepanjang tahun-tahun sekolah menengahnya, Thi menegaskan bahwa kombinasi kemandirian dan teknologi informasi telah menghasilkan hasil yang luar biasa. Menurutnya, pembelajaran mandiri membantu siswa beralih dari pendekatan "pasif" ke pendekatan "aktif", mendorong eksplorasi dan pemikiran independen alih-alih hafalan.
Selain itu, teknologi informasi berfungsi sebagai gudang pengetahuan yang luas. Setiap kali dihadapkan pada masalah yang sulit atau peristiwa sejarah yang kompleks, Thi menggunakan internet untuk mencari makalah penelitian dan video dokumenter dari berbagai sumber terpercaya untuk mendapatkan perspektif yang beragam. Hong Thi juga mengoptimalkan daya ingatnya dengan mendigitalisasi pelajaran melalui peta pikiran dan aplikasi pencatatan modern untuk menguasai pengetahuan dengan cepat.
Ketika ditanya tentang rahasia meraih nilai sempurna dalam ujian, siswa dengan nilai tertinggi tersebut berbagi: terus-menerus mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan sendiri.
Hong Thi percaya bahwa selama proses belajar mandiri, para pembelajar mudah membuat penilaian subjektif atau menerima pengetahuan yang belum terverifikasi. Untuk menghindari tersesat, ia melakukan pengecekan silang dan memverifikasi informasi dari sumber-sumber terpercaya. "Proses koreksi diri yang berkelanjutan ini tidak hanya membantu saya menyempurnakan pemikiran dan mengisi kesenjangan pengetahuan, tetapi juga memberi saya keteguhan mutlak dalam menjawab setiap pertanyaan," ungkap Thi.
Berkat dasar pengetahuannya yang kuat, ia dengan percaya diri mengikuti ujian. Selain dua nilai sempurna 10 dalam Sejarah dan Bahasa Mandarin, Hong Thi memperoleh nilai 8 dalam Matematika dan 7,25 dalam Sastra, sehingga total nilainya menjadi 35,25.
Dengan kesuksesan yang telah diraihnya, Thi memutuskan bahwa mengajar adalah jalur karier masa depannya. Baginya, berdiri di podium untuk mengajar adalah impian masa kecilnya. Terlebih lagi, ia mewujudkan hasratnya untuk berbagi pengetahuan dan menginspirasi generasi mendatang.
Musim panas ini, Thi berusaha meningkatkan kemampuan bahasa asingnya, mengasah keterampilan interpersonal yang penting, dan membiasakan diri dengan jurusannya terlebih dahulu agar ia tidak merasa kewalahan, dapat beradaptasi dengan cepat dengan lingkungan universitas, dan secara bertahap mewujudkan impian masa depannya.
An Nhien
Sumber: https://baotayninh.vn/nu-thu-khoa-cu-dup-diem-10-150849.html