Untuk membangun dan mengembangkan budaya membaca yang meluas di dalam unit, selama bertahun-tahun, Perpustakaan Wilayah Angkatan Laut ke-5 selalu proaktif berinovasi dalam isi dan bentuk kegiatannya. Perpustakaan secara teratur menambahkan buku-buku baru, menyelenggarakan banyak model efektif seperti "Satu Buku Bagus Per Minggu," "Hari Membaca," "Rak Buku Prajurit," pengenalan dan pertukaran buku, kompetisi mendongeng berdasarkan buku, dan promosi buku keliling ke instansi dan unit bawahan.
Secara khusus, unit ini berfokus pada penerapan transformasi digital dalam pekerjaan perpustakaan untuk memenuhi permintaan akses informasi yang semakin tinggi di kalangan perwira dan prajurit muda. Sistem perangkat lunak manajemen perpustakaan elektronik yang tersinkronisasi telah diimplementasikan, menghubungkan dokumen digital, buku audio, dan video pengantar buku, menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi prajurit untuk mencari informasi dengan cepat.
“Perpustakaan Wilayah Angkatan Laut ke-5 menyelenggarakan pengenalan buku mingguan melalui sistem radio Wilayah; pada saat yang sama, perpustakaan juga memposting berita dan artikel di Fanpage dan video buku audio perpustakaan, memperkenalkan buku-buku bagus di perangkat lunak manajemen perpustakaan, membantu para perwira dan prajurit untuk menemukan dan membaca kapan saja, di mana saja di perangkat pintar, serta meningkatkan kehidupan budaya dan spiritual pasukan,” kata Letnan Kolonel Nguyen Thi Phuong, seorang perwira militer profesional dan pustakawan di Departemen Politik Wilayah Angkatan Laut ke-5.
Kolonel Hoang Quoc Hoan, Wakil Komisaris Politik Komando Angkatan Laut Wilayah ke-5, menyerahkan buku kepada para prajurit pada pameran buku "Perangkat Pengetahuan Prajurit di Era Digital".
Metode pelayanan yang inovatif telah membuat perpustakaan lebih mudah diakses oleh para prajurit, terutama rekrutan muda. Meskipun sebelumnya banyak prajurit ragu untuk membaca atau memiliki akses terbatas ke bahan bacaan, gerakan membaca kini secara bertahap menjadi praktik rutin. Banyak unit mempertahankan waktu membaca di malam hari atau akhir pekan, menciptakan lingkungan belajar yang sehat di dalam barak.
Prajurit Vu Hoang Son, seorang prajurit di Kompi 1, Batalyon 563b, mengatakan: “Bagi saya, membaca memainkan peran penting dalam proses pembelajaran dan pelatihan saya. Buku tidak hanya memberikan pengetahuan tambahan tentang hal-hal militer dan politik, tetapi juga membantu saya meningkatkan kesadaran, keberanian, dan keterampilan dalam pekerjaan saya.”
Bersamaan dengan pelatihan dan kesiapan tempur, Komite Partai dan Komando Wilayah Angkatan Laut 5 selalu memperhatikan pemeliharaan kehidupan budaya dan spiritual pasukan. Kegiatan yang berkaitan dengan buku dan budaya membaca tidak hanya meningkatkan tingkat kesadaran dan membangun keteguhan politik bagi prajurit, tetapi juga membantu menyebarkan semangat belajar sepanjang hayat di seluruh unit.
Melalui buku-buku ini, para perwira dan prajurit memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang tradisi bangsa yang gemilang dan pengorbanan generasi sebelumnya dalam perjuangan pembebasan nasional dan perlindungan kedaulatan maritim negara. Hal ini menumbuhkan keyakinan, kebanggaan, dan tekad untuk menyelesaikan semua tugas yang diberikan dengan sukses.
Membangun budaya membaca di dalam unit sangat penting dalam konteks saat ini, terutama mengingat semakin beragamnya informasi di internet. Buku-buku yang berharga akan membantu para perwira dan prajurit meningkatkan kemampuan berpikir, keterampilan seleksi informasi, dan mengembangkan persepsi yang tepat.
Selain perpustakaan tradisional, Wilayah Angkatan Laut ke-5 juga berfokus pada pembangunan "Rak Buku Hukum," "Rak Buku Pemuda," dan "Rak Buku untuk Mempelajari dan Mengikuti Ideologi, Moralitas, dan Gaya Ho Chi Minh" di instansi dan unit bawahannya. Ini adalah sumber daya penting untuk belajar, penelitian, pendidikan politik, dan kegiatan budaya bagi pasukan.
Kegiatan pameran dan presentasi buku di Perpustakaan Wilayah Angkatan Laut 5 telah menjadi sorotan dalam kehidupan budaya dan spiritual para perwira dan prajurit; menumbuhkan kecintaan terhadap buku, meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab, serta menginspirasi semangat belajar mandiri pada setiap prajurit. Melalui ini, tercipta lingkungan budaya yang sehat, yang memotivasi para perwira dan prajurit untuk bekerja dengan tenang, tetap berkomitmen pada unit mereka, dan siap menerima serta menyelesaikan semua tugas yang diberikan dengan sukses.
Tran Chuyen - Van Dinh
Sumber: https://baocamau.vn/nuoi-duong-van-hoa-doc-a128724.html







Komentar (0)