
Mendorong transformasi digital, memperluas kehadiran di platform online, dan memanfaatkan sistem periklanan cerdas menjadi arah yang sangat penting, menciptakan lebih banyak ruang untuk pengembangan produk OCOP dan ekonomi pedesaan lokal.
Dalam konteks tren konsumen yang semakin bergeser ke lingkungan digital, membawa produk OCOP ke platform online bukan lagi solusi opsional tetapi menjadi kebutuhan praktis. Metode promosi perdagangan tradisional secara bertahap menunjukkan keterbatasannya dalam hal jangkauan pelanggan dan perluasan pasar, terutama dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat.

Produk OCOP milik Thanh Hoa dipromosikan di lokasi-lokasi publik.
Sebelumnya, sebagian besar produk OCOP terutama dijual melalui pameran dagang, ruang pamer, atau sistem distribusi langsung. Model ini menyediakan saluran penjualan yang relatif stabil tetapi gagal memperluas pasar secara mendalam, terutama kepada pelanggan di luar provinsi. Sementara itu, ruang digital membuka peluang akses yang lebih luas, di mana jarak geografis secara bertahap menyempit dan kemampuan untuk terhubung dengan konsumen menjadi semakin fleksibel.
Yang perlu diperhatikan, membawa produk OCOP (One Commune One Product) ke lingkungan digital bukan lagi sekadar promosi sederhana, tetapi bergeser ke arah membangun pengalaman dan membentuk ekosistem data. Hal ini dianggap sebagai langkah penting untuk meningkatkan interaksi, menciptakan koneksi antara konsumen dan produk, serta secara bertahap meningkatkan nilai merek lokal.
Berdasarkan orientasi tersebut, Thanh Hoa menerapkan banyak solusi terkoordinasi untuk memperluas ruang promosi produk OCOP. Selain memanfaatkan platform e-commerce, jejaring sosial, dan situs web penjualan online, provinsi ini juga memperkuat promosi melalui layar LED dan papan reklame elektronik di banyak provinsi, kota, bandara, kawasan wisata , dan tempat umum.
Tampil di platform dan ruang promosi dengan trafik tinggi membantu meningkatkan pengenalan produk OCOP, desa kerajinan tradisional, destinasi wisata, dan identitas budaya provinsi Thanh Hoa, serta secara bertahap memperluas basis pelanggan potensial.
Yang perlu diperhatikan, dalam proses ini, Kepolisian Provinsi Thanh Hoa turut berperan sebagai penghubung dan promotor dalam transformasi digital. Selain memastikan keamanan data, Kepolisian Provinsi juga berkoordinasi dengan departemen dan instansi terkait untuk meninjau dan menstandarisasi data tentang kerajinan tradisional, produk OCOP, dan informasi pariwisata lokal, serta menciptakan basis data untuk mendukung kegiatan promosi.
Berdasarkan sumber data yang tersinkronisasi, banyak model aplikasi teknologi terus diimplementasikan. Salah satu yang menonjol adalah upaya terkoordinasi untuk mendorong bisnis memasang kios digital dan layar sentuh di area wisata, objek wisata, dan tempat penginapan.
Sebelumnya, wisatawan yang ingin mencari informasi tentang suatu daerah seringkali harus mencari secara individual atau melalui berbagai platform. Sekarang, sebagian besar data terintegrasi langsung di destinasi. Hanya dengan beberapa klik, pengguna dapat mengakses informasi tentang sejarah tempat tersebut, objek wisata, produk OCOP, pilihan akomodasi, atau kegiatan wisata lokal.
Nilai dari model ini terletak bukan pada penambahan perangkat elektronik, tetapi pada pendekatan baru terhadap promosi. Informasi tidak lagi ditransmisikan secara satu arah, tetapi bergeser ke interaktivitas yang lebih tinggi, memungkinkan pengguna untuk secara aktif mencari, memilih, dan terhubung dengan konten sesuai kebutuhan mereka.
Ibu Nguyen Thu Ha, seorang wisatawan dari Hanoi, berbagi: "Saya cukup terkejut bahwa kita bisa mencari informasi tentang sejarah, budaya, dan produk unik daerah setempat langsung di lokasi wisata. Akses informasi yang mudah membuat perjalanan menjadi lebih menyenangkan."

Wisatawan dapat mencari informasi tentang produk dan destinasi OCOP di kios digital.
Menurut Bapak Le Ngoc Tan, seorang wisatawan dari Ninh Binh, penerapan teknologi digital tidak hanya mempermudah proses pencarian tetapi juga memberikan kesan profesional dan modern pada destinasi wisata.
Keefektifan proses transformasi digital pada awalnya tercermin dalam hasil konsumsi produk. Menurut survei terhadap 32 produk OCOP yang dipromosikan di layar besar, banyak produk mencatat pertumbuhan pendapatan positif dan secara signifikan memperluas basis pelanggan mereka di luar provinsi.
Dalam kelompok makanan, saus ikan Le Gia mengalami peningkatan pendapatan sebesar 57% dan peningkatan pelanggan di luar provinsi sebesar 42%; pasta udang Le Gia mengalami peningkatan pendapatan sebesar 42% dan peningkatan pelanggan di luar provinsi sebesar 74%; dan konsentrat saus ikan TH mengalami peningkatan pendapatan sekitar 30%.
Sektor barang olahan dan konsumsi juga mencatat hasil positif. Teh Son Moc meraih pendapatan sekitar 250 juta VND dengan hampir 5.000 produk terjual, meningkat sekitar 25%; sirup lemon balm Mol mengalami peningkatan pendapatan sebesar 15%; dan teh bersih Binh Son meningkat sekitar 10% dalam pendapatan dari pesanan online.
Hasil awal menunjukkan bahwa transformasi digital tidak hanya memperluas kemampuan promosi tetapi juga secara langsung menciptakan nilai tambah bagi produk lokal. Seiring dengan menyempitnya kesenjangan antara produk dan konsumen, entitas OCOP (One Commune One Product) juga memiliki lebih banyak peluang untuk secara proaktif memahami permintaan pasar, mengoptimalkan aktivitas produksi, dan membangun merek.
Dalam konteks ekonomi digital yang semakin membentuk pola konsumsi baru, perluasan kehadiran di platform digital tidak hanya membantu produk OCOP meningkatkan daya saingnya tetapi juga menciptakan dorongan lebih lanjut untuk pengembangan ekonomi pedesaan menuju modernisasi dan keberlanjutan. Ini juga merupakan langkah jangka panjang bagi produk lokal untuk memperluas pasar, meningkatkan nilainya, dan secara bertahap menegaskan posisinya dalam fase pembangunan baru.
Sumber: https://vtv.vn/ocop-thanh-hoa-mo-rong-thi-truong-tu-nen-tang-so-100260520224508101.htm
Komentar (0)