Daya beli telah menurun.
Survei di pasar-pasar di seluruh provinsi menunjukkan bahwa harga banyak barang kebutuhan pokok tidak mengalami fluktuasi signifikan. Harga daging sapi tetap tinggi, dengan sedikit kenaikan, berkisar antara 280.000 hingga 310.000 VND/kg, dan telur tetap di angka 25.000-35.000 VND per lusin. Harga daging babi tetap tidak berubah: perut babi di angka 130.000-160.000 VND/kg, kaki babi di angka 110.000-130.000 VND/kg, dan iga di angka 140.000-200.000 VND/kg.
Banyak pemilik usaha kecil mengatakan mereka terpaksa menyesuaikan harga jual mereka sesuai dengan harga impor. Ibu Nguyen Thi Hoa (yang tinggal di lingkungan Long An ) berbagi: "Harga impor hampir tidak turun dalam beberapa minggu terakhir. Kami menjual dengan harga baru, tetapi daya beli tetap lambat karena pelanggan mempertimbangkan pengeluaran mereka."
Ibu Ly Thi Muoi (berdomisili di lingkungan Khanh Hau) mengatakan: “Sejak harga bahan bakar naik, harga banyak barang lainnya juga ikut naik. Saya memprioritaskan membeli hanya apa yang saya butuhkan, memilih barang-barang yang sedang ada promosi atau harganya bagus. Dibandingkan sebelum Tết, saya telah mengurangi pengeluaran cukup banyak untuk menyeimbangkan anggaran saya selama periode ini.”

Di sektor makanan laut, dampak kenaikan harga bahan bakar terus terlihat jelas. Meningkatnya biaya penangkapan ikan dan transportasi telah menyebabkan kenaikan harga eceran. Beberapa harga yang tercatat antara lain: ikan nila merah seharga 35.000-45.000 VND/kg, ikan lele seharga 45.000-50.000 VND/kg, ikan gabus seharga 85.000-95.000 VND/kg, dan udang air tawar sekitar 180.000-200.000 VND/kg.
Pasokan sayuran bersih dari koperasi tetap stabil, tetapi harganya sedikit meningkat. Menurut Koperasi Sayuran Aman Phuoc Hoa (Komune Long Cang), koperasi tersebut memasok pasar dengan sekitar 1,5 ton produk pertanian, yang terdiri dari lebih dari 40 varietas, setiap hari.
Menurut Kieu Anh Dung, Direktur Koperasi Sayuran Aman Phuoc Hoa: “Kenaikan biaya bahan bakar dan pengemasan telah menyebabkan harga beberapa sayuran dan umbi-umbian naik tambahan 2.000-3.000 VND/kg. Misalnya, pare dijual seharga 38.000 VND/kg, kangkung 20.000 VND/kg, tomat 25.000 VND/kg, dan mentimun 28.000 VND/kg… Jika biaya transportasi menurun dalam waktu dekat, harga akan kembali stabil seperti sebelumnya.”
Berbagai solusi untuk merangsang permintaan
Sebagai respons terhadap situasi ini, banyak sistem ritel telah secara proaktif meluncurkan serangkaian program promosi untuk mendorong pengeluaran dan mendukung konsumen.
Menurut Saigon Co.op , perusahaan tersebut menerapkan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas harga barang-barang kebutuhan pokok, sekaligus menawarkan diskon hingga 50% untuk sekitar 1.000 produk untuk kebutuhan makan dan kebutuhan sehari-hari.
Bersamaan dengan itu, perusahaan juga bekerja sama dengan pemasok untuk memastikan harga yang wajar untuk barang-barang kebutuhan pokok. Selain kebijakan penetapan harga, sistem ritel ini meningkatkan persediaan di pusat distribusi, memprioritaskan konsumsi barang domestik dan bahan baku dari daerah terdekat untuk mengurangi biaya transportasi.
Observasi di Co.opmart Tan An menunjukkan bahwa jumlah pembeli selama jam sibuk tetap stabil; pasokan barang melimpah, dan harga di berbagai kategori produk tidak berfluktuasi secara signifikan. Supermarket tersebut terus menerapkan banyak program diskon langsung untuk membantu mengurangi biaya hidup bagi warga.

Menurut perwakilan dari Co.opmart Tan An, produk makanan olahan seperti minyak goreng, beras, mi instan, rempah-rempah, dan permen saat ini ditawarkan dengan diskon hingga 50%. Bahan kimia dan perlengkapan rumah tangga seperti sabun cuci piring, deterjen pakaian, dan peralatan dapur juga mendapatkan diskon serupa. Untuk makanan segar, banyak item yang mendapatkan diskon bergilir hingga 15%, termasuk daging sapi, ayam, makanan laut, dan berbagai buah-buahan lokal dan impor.
Program "Festival Sayuran Hijau - Beli Sekarang, Penawaran Hebat" juga menarik pelanggan dengan penawaran beli satu gratis satu, barang-barang seharga 9.900 VND, atau diskon hingga 30% untuk berbagai jenis sayuran.
Kementerian Perindustrian dan Perdagangan juga telah menerapkan banyak solusi untuk menstabilkan pasar, mendukung peredaran barang, memastikan penawaran dan permintaan, serta memperluas distribusi ke daerah terpencil, daerah pegunungan, dan daerah perbatasan.
Fluktuasi harga pasar dipantau secara berkala untuk segera mengatasi situasi yang muncul. Inspeksi dan kontrol pasar, serta upaya untuk memerangi penyelundupan, penipuan perdagangan, dan barang palsu, ditingkatkan.
Baru-baru ini, unjuk rasa dan pawai dalam rangka memperingati Hari Hak Konsumen Vietnam 2026 juga diadakan di provinsi tersebut, yang turut meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hak-hak konsumen. Acara ini juga menyerukan partisipasi dari instansi pengelola, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun lingkungan konsumen yang aman, transparan, dan berkelanjutan.
Sumber: https://baotayninh.vn/on-dinh-gia-ca-thuc-day-suc-mua-142644.html






Komentar (0)