
Presiden AS Donald Trump berbicara dalam rapat kabinet di Gedung Putih, Washington, pada 27 Mei 2026. (Foto: AP)
Kesepakatan Iran sedang menunggu keputusan dari Presiden AS Donald Trump, di tengah perbedaan signifikan antara Washington dan Teheran mengenai program nuklir dan pembukaan kembali Selat Hormuz – jalur pelayaran strategis di Timur Tengah.
Menurut Reuters, pada 29 Mei 2026, Presiden Trump mengatakan bahwa ia akan segera mengambil keputusan mengenai proposal untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Iran. Proposal ini bertujuan untuk memperpanjang gencatan senjata, yang ditetapkan pada awal April, selama 60 hari lagi, memberikan waktu lebih banyak kepada para pihak untuk menegosiasikan solusi yang langgeng.
Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan pertemuan di Ruang Situasi berlangsung sekitar dua jam, tetapi tidak merinci apakah Trump telah membuat keputusan. Pejabat tersebut menegaskan bahwa presiden AS hanya akan menyetujui kesepakatan yang "baik untuk Amerika" dan memenuhi garis merah Washington, termasuk persyaratan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
Sementara itu, sebuah sumber senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa kesepakatan hampir tercapai tetapi belum diratifikasi. Namun, Trump terus menuntut agar Iran mengakhiri kendalinya atas Selat Hormuz dan membongkar program senjata nuklirnya. Ini adalah dua syarat yang belum disetujui Teheran.

Para demonstran pro -pemerintah Iran mengibarkan bendera nasional di sebuah alun-alun di Teheran, 29 Mei 2026. (Foto: AP)
Kantor berita semi-resmi Iran, Fars, mengutip sumber, mengatakan pernyataan Trump adalah "upaya untuk mengarang kemenangan yang tidak ada." Sebuah sumber senior Iran mengatakan kesepakatan potensial tersebut tidak akan mencakup isu-isu terkait nuklir, sementara juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan pengelolaan Selat Hormuz harus diputuskan oleh Iran dan Oman.
Fars juga mengatakan Selat Hormuz akan dibuka kembali dengan syarat-syarat Teheran setelah AS mencabut blokade terhadap kapal-kapal Iran. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pencabutan blokade, jika terjadi, akan dilakukan secara bertahap.
Menurut Fars, pihak-pihak terkait sepakat untuk mencairkan aset Iran yang dibekukan senilai 12 miliar dolar AS. Namun, Trump mengatakan tidak akan ada pertukaran uang "sampai pemberitahuan lebih lanjut."
Reuters melaporkan bahwa Trump berada di bawah tekanan untuk membuka kembali Selat Hormuz dan menurunkan harga bensin di AS menjelang pemilihan paruh waktu pada bulan November.
Sumber: https://vtv.vn/ong-trump-co-the-sap-quyet-dinh-ve-thoa-thuan-iran-100260530162920279.htm








Komentar (0)