Ia juga menyatakan harapan bahwa Iran akan mengirimkan sinyal positif. Sebelumnya, New York Post, mengutip Donald Trump dan sumber-sumber Pakistan, melaporkan bahwa AS dan Iran dapat melanjutkan negosiasi dalam tiga hari ke depan. Upaya untuk menemukan solusi diplomatik bagi konflik di Timur Tengah sedang berlangsung sementara situasi di Selat Hormuz terus menjadi kompleks.

Pada 23 April, ketegangan meningkat setelah Iran menyerang tiga kapal di dekat Selat Hormuz dan menyita dua kapal lainnya. Tindakan ini sebagai balasan atas blokade AS terhadap pelabuhan Iran dan pencegatan kapal-kapal Iran. Iran menyatakan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz "tidak mungkin" selama blokade AS masih berlaku. Menurut Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, gencatan senjata hanya bermakna jika tidak dilanggar oleh tindakan militer seperti blokade angkatan laut.
Sementara itu, Gedung Putih menyatakan bahwa Presiden Donald Trump tidak menganggap penyitaan beberapa kapal asing oleh Iran di dekat Selat Hormuz sebagai pelanggaran gencatan senjata, karena kapal-kapal tersebut bukan milik Amerika Serikat atau Israel. Meskipun demikian, AS tetap menuduh Iran "mengganggu keamanan maritim." Di samping upaya diplomatik, AS terus memperluas kehadiran militernya di kawasan tersebut. Menurut Fox News, kapal induk USS George HW Bush diperkirakan akan tiba di Timur Tengah dalam 3-5 hari ke depan, sehingga jumlah total kapal induk AS di kawasan tersebut menjadi tiga.
Dalam perkembangan lain, Departemen Perang AS secara tak terduga mengumumkan bahwa Menteri Angkatan Laut John Phelan "meninggalkan jabatannya segera" tanpa memberikan alasan apa pun. Menurut The Guardian, sebuah sumber Pentagon mengatakan Phelan dipecat. Ini adalah perkembangan terbaru dalam perombakan kepemimpinan tingkat tinggi baru-baru ini di Pentagon, hanya beberapa minggu setelah Menteri Departemen Perang Pete Hegseth meminta pengunduran diri Jenderal Randy George, Kepala Staf Angkatan Darat AS.
Surat kabar Lebanon An-Nahar melaporkan bahwa putaran kedua pembicaraan langsung antara Israel dan Lebanon di Washington, D.C., dijadwalkan dimulai pukul 4 sore waktu setempat pada tanggal 23 April. Pembicaraan ini berlangsung menjelang berakhirnya gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon pada tanggal 26 April, dan Lebanon diperkirakan akan meminta perpanjangan satu bulan.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/pakistan-no-luc-dua-my-va-iran-tro-lai-ban-dam-phan-post849559.html










Komentar (0)