
Perdana Menteri Shehbaz Sharif tiba di Hangzhou, Provinsi Zhejiang pada 23 Mei untuk menghadiri pertemuan tingkat tinggi penting antara kedua negara, menandai peringatan 75 tahun berdirinya hubungan diplomatik , menurut Kementerian Luar Negeri Tiongkok. Foto: The Express Tribune.
Segera setelah tiba di Hangzhou (Provinsi Zhejiang), Perdana Menteri Shehbaz Sharif memimpin Konferensi Investasi Bisnis B2B Pakistan-Tiongkok. Acara ini memicu gelombang kerja sama ekonomi yang kuat.
Kantor Perdana Menteri Pakistan mengkonfirmasi bahwa perusahaan-perusahaan dari kedua negara segera menandatangani perjanjian kerja sama perdagangan dan investasi senilai total 1,22 miliar dolar AS. Fokus perjanjian ini adalah pada sektor-sektor teknologi tinggi seperti teknologi informasi, telekomunikasi, sistem penyimpanan energi baterai, dan modernisasi pertanian .
Yang perlu diperhatikan, pemerintah Pakistan telah mencapai kesepakatan besar dengan Alibaba Group untuk mempromosikan ekonomi digital, dan juga telah menandatangani perjanjian strategis tentang ekstraksi, pengolahan, dan ekspor garam ke pasar Tiongkok. Menurut pengumuman resmi, perjanjian tersebut ditandatangani antara Pakistan Salt Corporation dan China National Salt Industry Corporation, dengan dukungan dari Dewan Promosi Investasi Khusus (SIFC) dan Departemen Minyak dan Gas Kementerian Energi Pakistan.
Menurut para analis, aspek terpenting dari kunjungan ini adalah pembentukan kembali Koridor Ekonomi China-Pakistan (CPEC) menjadi Fase 2 (CPEC 2.0). Alih-alih hanya berfokus pada pembangunan jalan atau pembangkit listrik seperti sebelumnya, CPEC 2.0 akan sangat menekankan industrialisasi dan transfer teknologi langsung ke Pakistan.

Perdana Menteri Shehbaz Sharif tiba di Beijing pada 24 Mei, di mana ia akan mengadakan pertemuan tingkat tinggi dengan para pemimpin Tiongkok, termasuk Presiden Xi Jinping. Foto: Dawn
Selain pertimbangan ekonomi, isu keamanan juga menjadi fokus perhatian publik. Menjelang pembicaraan tingkat tinggi dengan Presiden Xi Jinping dan Perdana Menteri Li Qiang di Beijing pada tanggal 25 dan 26 Mei, Pakistan menegaskan bahwa mereka akan menerapkan langkah-langkah keamanan yang paling ketat, dan berjanji untuk berkomitmen penuh dalam memastikan keselamatan para insinyur dan warga negara Tiongkok yang bekerja di negara tersebut.
Menyusul keberhasilan mediasi Pakistan pada awal April, yang meredakan ketegangan antara AS dan Iran, kunjungan ke China menegaskan peran Islamabad yang semakin besar dalam mengoordinasikan keamanan regional. Beijing sangat menghargai kemampuan Pakistan ini, terutama mengingat perlunya kerja sama erat antara kedua negara untuk menjaga stabilitas di Selat Hormuz.
Nhat Le
Sumber: Arab News, The Express Tribune
Sumber: https://baothanhhoa.vn/pakistan-va-trung-quoc-ky-ket-loat-thoa-thuan-ty-usd-288831.htm







Komentar (0)