|
Gol kontroversial Lloyd Kelly. |
Pada menit ke-48, bek Inggris itu bertabrakan dengan Baris Yilmaz saat terjadi duel. Wasit Joao Pinheiro menunjukkan kartu kuning kedua kepada Kelly, yang mengakibatkan pengusirannya. Namun, apa yang terjadi selanjutnya mengejutkan semua orang di Stadion Allianz ketika tim VAR meminta Pinheiro untuk meninjau rekaman tersebut langsung di layar.
Menurut peraturan IFAB, VAR tidak diperbolehkan untuk campur tangan hanya untuk mengkonfirmasi atau membatalkan kartu kuning kedua. Oleh karena itu, pengenalan teknologi ini telah menimbulkan banyak pertanyaan. Pada kenyataannya, tim VAR tidak menganggap ini hanya sebagai pelanggaran peringatan biasa, tetapi menilai tekel dengan paku sepatu sebagai pelanggaran serius.
Setelah meninjau situasi, wasit Pinheiro mencabut kartu kuning dan menggantinya dengan kartu merah langsung. Juventus hanya bermain dengan 10 pemain, tetapi konsekuensi disiplinnya sangat berbeda. Kartu merah langsung berarti Kelly menghadapi skorsing lebih dari satu pertandingan, tidak seperti menerima dua kartu kuning.
Keputusan itu langsung memicu perdebatan. Banyak yang berpendapat bahwa benturan itu tidak disengaja, karena Kelly melompat tinggi dan kehilangan kendali atas kakinya saat mendarat. Selain itu, penalti tersebut dianggap terlalu keras. Namun, tindakan VAR menunjukkan sikap tegas UEFA terhadap tekel dengan risiko cedera yang tinggi.
Meninggalkan lapangan dengan amarah yang meluap, mantan pemain Newcastle itu menendang dinding terowongan sebelum menyerbu masuk ke ruang ganti. Komentator Don Hutchison berseru, "Saya belum pernah melihat hal seperti ini."
Dalam pertandingan ini, Juventus unggul 3 gol tetapi membiarkan Galatasaray mencetak 2 gol di babak perpanjangan waktu, dan akhirnya kalah dengan skor 5-7.
Sumber: https://znews.vn/pha-bong-tranh-cai-du-doi-o-champions-league-post1630394.html








Komentar (0)