Baik "Merry Christmas" maupun "Happy Christmas" berarti "Semoga Anda mendapatkan Natal yang menyenangkan," tetapi keduanya berbeda dalam konteks budaya dan nuansa makna.
Setiap Natal, orang-orang biasanya saling mengucapkan "Selamat Natal." Jika Anda perhatikan, Anda akan menyadari bahwa kata "merry" (meriah) sering digunakan dalam pidato, kartu Natal, dan lagu-lagu klasik seperti "Have yourself a merry little Christmas" (Semoga Natalmu menyenangkan), "We wish you a merry Christmas" (Kami mengucapkan selamat Natal kepadamu), dan lain sebagainya.
Sementara itu, "happy" juga umumnya dipahami sebagai "gembira," tetapi sering dikaitkan dengan hari raya lain seperti Tahun Baru (Happy New Year) dan ulang tahun (Happy Birthday), dan hanya sedikit orang yang pernah mendengar tentang "Happy Christmas."
Jadi, penggunaan mana yang benar? Jawabannya adalah keduanya.
"Selamat Natal" banyak digunakan di Inggris, dan dikaitkan dengan perbedaan kelas sosial. Di masa lalu, hanya mereka yang termasuk dalam kalangan bangsawan atau mereka yang memiliki status sosial tinggi yang biasanya menggunakan ungkapan ini.
Sebagai contoh, Ratu Elizabeth II selalu mengakhiri pidato Natalnya dengan "Saya mengucapkan selamat Natal yang sangat bahagia kepada Anda semua ." Saat ini, banyak warga Inggris yang familiar dengan ungkapan ini dan saling mengucapkan "selamat" Natal alih-alih "merry," seperti yang umum di seluruh dunia .
Kata "merry" (gembira) sering muncul dalam komunikasi sehari-hari. Dipercaya bahwa "merry" dikaitkan dengan perayaan festival yang meriah dan penuh sukacita. Misalnya, orang-orang di masa lalu sering minum alkohol untuk merayakan hari libur, sehingga muncul pepatah lama bahwa "merry" juga berarti "mabuk karena sukacita."
Dalam *A Christmas Carol* karya Charles Dickens, para tokohnya, yang semuanya berasal dari kelas pekerja miskin, berulang kali saling mengucapkan "Selamat Natal." Kesuksesan besar buku tersebut kemudian mempopulerkan frasa "Selamat Natal."
Foto: writerscentre
Selain itu, pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa kata "bahagia" dan "gembira" sama-sama dipahami sebagai "penuh sukacita"? Hal yang menarik tentang bahasa terletak pada nuansa maknanya, dan ini adalah salah satu contohnya.
Menurut Kamus Oxford, "bahagia" adalah kata sifat yang menggambarkan "perasaan puas, kepuasan, atau kebahagiaan batin." Saat mengungkapkan perasaan Anda kepada orang yang Anda cintai selama Natal, Anda bisa mengatakan, " Aku sangat bahagia bisa menghabiskan Natal lagi bersamamu ."
Di sisi lain, "merry" cenderung menggambarkan "suasana gembira dan meriah yang menjadi ciri khas kegiatan perayaan." Anda dapat membuat banyak ucapan Natal untuk teman-teman Anda dengan kata ini, seperti "Semoga semua kenangan Natal Anda menyenangkan," " Semoga Natal Anda menyenangkan, meriah, dan cerah ," atau " Makan. Minum. Bergembira. Selamat Natal! "
Selain itu, di negara-negara yang menganggap Natal sebagai hari libur besar dan merayakan Hari Tahun Baru tak lama setelahnya, mereka juga memiliki ucapan umum lainnya seperti "Selamat liburan" atau "Salam musim liburan." Keduanya menyampaikan pesan umum untuk mendoakan semua orang menikmati musim liburan yang menyenangkan.
Phuong Anh (Menurut Economictimes, Royal, Countryliving )
Tautan sumber






Komentar (0)